• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pemerintah Tak Restui Pertamina Naikkan Harga Gas Elpiji 12 Kg

Selasa, 19 Februari 2013 03:12 WIB
Pemerintah Tak Restui Pertamina Naikkan Harga Gas Elpiji 12 Kg
ist

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Pemerintah menegaskan tidak memberi izin kepada PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg).

Sebagai informasi, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji nonsubsidi/gas elpiji 12 kilo gram (kg) pada kuartal pertama tahun ini.

"Tidak,tidak. Pertamina tidak diizinkan menaikkan harga gas elpiji," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Alasannya, menurut Jero, menaikkan harga elpiji tidaklah mudah. Karena ada banyak faktor yang menentukan bila harga elpiji akan dinaikkan.

Jero tegaskan pula, kenaikan harga elpiji tidak bisa ditentukan hanya karena alasan ekonomi. Karena ada faktor penentu lainnya yakni menyangkut urusan sosial dan politik.

"Itu sama dengan menaikkan harga BBM ada pertimbangan sosial dan politik juga. Jadi kita tidak izinkan menaikan harga," tegas dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, harga gas elpiji ukuran 12 kilogram direncanakan naik pada pertengahan Maret mendatang. Harga naik sekitar Rp1.500 per kilogram.

Vice President Corporate Communication of Pertamina Ali Mundaki di Jakarta, Kamis (14/2/2013) mengatakan, PT Pertamina harus menaikkan harga.

Alasannya, Pertamina harus untuk menutupi kerugian pemerintah yang mencapai Rp5 triliun hingga tahun 2012.

Ali memperkirakan, kenaikan tersebut hanya mampu menutup kerugian Rp2 triliun. Ali berharap, kenaikan dapat mendorong pihak swasta berinvestasi di sektor gas.

Kenaikan tersebut, kata Ali, hanya untuk ukuran 12 kilogram. Sementara harga gas elpiji tiga kilogram tidak akan dinaikkan karena tetap akan disubsidi pemerintah.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat
0 KOMENTAR
1457182 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas