Rabu, 4 Maret 2015
Tribunnews.com

Pemerintah Kutuk Penembakan Anggota TNI di Papua

Kamis, 21 Februari 2013 17:47 WIB

Pemerintah Kutuk Penembakan Anggota TNI di Papua
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Kapolri Timur Pradopo (kiri) hadir untuk memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Keterangan pers ini berkaitan dengan terjadinya ledakan bom rakitan di sebuah panti asuhan yatim piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam 8 September. Diduga panti tersebut merupakan kedok untuk menutupi kegiatan perakitan bom di dalam rumah. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengecam keras aksi serangan kelompok bersenjata yang menewaskan delapan anggota TNI yang bertugas di Papua.

"Pemerintah mengutuk keras terhadap kejadian seperti ini," ujar Djoko Suyanto di Kantornya, Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Djoko Suyanto menyesalkan, serangan tersebut justru menodai upaya Pemerintah Pusat dalam rangka merajut upaya damai di tanah Papua.

"Dimana ketika pemerintah merajut upaya damai di Papua, mempercepat pembangunan, mempehatikan keistimeawaan dan kekhususan Papua, tapi masih diganggu tindakan tak bertanggungjawab," kata Djoko.

Atas tindakan tersebut, Djoko Suyanto telah memerintahkan aparat keamanan, baik Polri dan TNI untuk memburu para pelaku penembakan yang terjadi di distrik Tingginambut dan distrik Sinak.

"Saya telah perintahkan kepada Pangdam Cendrawasih dan Kapolda Papua untuk berkoordinasi dan integrasi menghimpun dan mensinergikan informasi intelijen yang ada untuk lakukan tindakan pengejaran dan proses hukum siapapun yang terlibat," kata Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Delapan anggota TNI, Kamis (21/2/2013), tewas dalam dua penyerangan berbeda di Papua. Pratu Wahyu tewas setelah dadanya ditembus peluru saat pos yang ditempatinya di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diserang sekelompok orang bersenjata.

Halaman12
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas