• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Ketua DPR: Malam Ini Presiden Serahkan Nama-nama Calon Gubernur BI

Jumat, 22 Februari 2013 18:48 WIB
Ketua DPR: Malam Ini Presiden Serahkan Nama-nama Calon Gubernur BI
/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
KETUA DPR RI MARZUKI ALIE, Perjalanan Marzuki menuju kursi Ketua DPR dari Partai Demokrat tidaklah mudah, sosok yang dikenal aktif bersosialisasi, pekerja keras dan ramah ini, memulai karirnya sebagai Pegawai di lingkungan Departemen Keuangan di DKI Jakarta selama kurun waktu tiga tahun (1975-1980), kemudian dirinya ditugaskan ke tanah kelahirannya, Palembang atau tepatnya di Kantor Perbendaraan negara Depkeu Palembang (1979-1980) Pria kelahiran, Palembang, 6 Nopember 1955, aktif di berbagai aktifitas sosial seperti di bidang pendidikan, keagamaan, politik maupun kemasyarakatan. loyalitas terhadap Partai Demokrat tidak perlu diragukan lagi, Marzuki bahkan pernah menjadi tim sukses pemenangan Pemilu SBY-JK pada Pemilu lalu. Selain itu, ayah dari dua orang anak ini juga pernah menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumsel (2003-2004), keberhasilan Marzuki dalam mendulang suara Partai Demokrat di Provinsi Sumsel, dia akhirnya dipercaya menjadi Fungsionaris DPP PD (2004-2005) hingga Sekretaris Jenderal DPP PD (2005-2010). Tangan dingin, dan kerja keras Marzuki bersama Partai Demokrat Provinsi Sumsel dalam memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 lalu, membuahkan hasil manis dimana SBY-Boediono meraih 54,07 persen suara mengalahkan pasangan lainnya. Terpilihnya Marzuki Alie sebagai Ketua DPR mengalahkan kandidat terbaik Partai Demokrat lainnya, seperti Partai Demokrat Taufik Effendi (mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), Hayono Isman (mantan Menpora di era Orde Baru) dan Ketua FPD DPR Syarif Hassan. Kepastian Marzuki menjadi kandidat Ketua DPR saat itu, berawal dari sinyal Presiden SBY selaku ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang menunjuk Marzuki Alie. Akhirnya keputusan menetapkan Marzuki sebagai Ketua DPR RI datang dari pernyataan Kepastian Marzukie Alie akan menjabat Ketua DPR dinyatakan Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik Anas Urbaningrum. Ia menyatakan, keput

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan bahwa hingga Jumat (22/2/2013) petang masih belum menerima surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berisi nama-nama calon gubernur Bank Indonesia (BI).

"Belum diterima," ungkap Ketua DPR Marzuki Alie kepada Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, kemungkinan surat SBY itu akan dikirim malam ini.

"Malam ini," ujar dia.

Sebelumnya,  Staf  Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengungkapkan Presiden mengirim nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia pada Jumat (22/2/2013) ini. Staf  Khusus Presiden ini menjelaskan, pengiriman sesuai dengan tenggat waktu dari DPR.

"Besok akan dikirimkan tanggal 22 Februari sesuai dengan waktu yang diminta DPR. Sekarang Presiden masih kunjungan kerja di Jawa Tengah," kata Firmanzah dalam pesan singkat yang diterima, Kamis (21/2).

Namun saat ditanyakan terkait nama-nama calon yang telah masuk ke Presiden, Firmanzah tidak memberikan tanggapan. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution akan menyelesaikan masa jabatannya pada 22 Mei 2013 ini. Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Presiden harus mengirimkan nama calonnya ke DPR paling lambat tiga bulan sebelumnya.

Ini berarti paling lambat pada 22 Februari besok nama calon gubernur sudah harus dikirimkan. Presiden maksimal mengirimkan tiga nama calon Gubernur Bank Indonesia untuk dibahas di Paripurna DPR sebelum dibawa ke Badan Musyawarah.

Selain Darmin Nasution, DPR juga akan menentukan pengganti Budi Mulya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang masih kosong.

DPR akan memilih satu diantara ada dua calon penggantinya, yakni Perry Wardjiyo dan Hendar. "Kami akan pilih salah satu di antara mereka," kata Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis. DPR akan menentukan pengganti Budi Mulya pada 11 Maret mendatang.

Menurutnya, jabatan Dewan Gubernur BI yang ditinggalkan Budi Mulya tersebut sangat penting untuk segera diisi. Sebab berdasarkan Undang-Undang BI Pasal 37 ayat 1, syarat Dewan Gubernur BI itu terdiri dari Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan minimal empat Deputi Gubernur. Sedangkan, saat ini hanya terdapat seorang Gubernur dan tiga Deputi Gubernur.

"Sehingga bila ada pihak yang menggugat ke Mahkamah Agung (MA), keputusan mereka yang sekarang ini tidak sah karena Peraturan Bank Indonesia (PBI) hanya bisa dibatalkan oleh MA. Jadi jangan main-main," kata Harry.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1473141 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas