• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Ruhut Sitompul Buka Suara Kenapa Dede Yusuf Kalah di Pilgub Jabar

Senin, 25 Februari 2013 09:41 WIB
Ruhut Sitompul Buka Suara Kenapa Dede Yusuf Kalah di Pilgub Jabar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi Wakil Gubernur Jabar yang juga calon gubernur Jabar nomor urut 3 Dede Yusuf bersama istri

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Kekalahan pasangan Dede Yusuf - Lesmana, pasangan dari Partai Demokrat, merupakan dampak yang didapat dari masalah kekisruhan dari dalam tubuh partai. Hal tersebut menjadikan pasangan ini berada pada posisi ketiga hasil penghitungan cepat berbagai lembaga survei dalam perhitungan pemilihan Gubernur Jawa Barat.

"Pilgub Jabar itu salah satu dampaknya. Kami jadi kena sanksi sosial. Itu yang saya minta setahun lalu supaya Anas legowo mundur untuk sementara," ujar Ruhut Sitompul  usai acara Perayaan Cap Go Meh di JIExpo Kemayoran pada Minggu (24/2/2013) malam.

Ruhut mengungkapkan, sebagai kader partai, boleh saja takut kepada sanksi hukum. Akan tetapi, sanksi sosial yang diberikan oleh masyarakat juga akan lebih memberatkan dalam mendapat kepercayaan masyarakat. Kisruh dalam tubuh partai Demokrat jelas memberikan pengaruh besar dalam perolehan suara pada Pilgub Jabar kemarin.

Meski hasil hitung cepat, kata Ruhut, hal tersebut memberikan arti masyarakat sudah mengalami krisis kepercayaan kepada partai.

Untuk itu, ungkap Ruhut, jalan lain yang bisa meningkatkan poling partai Demokrat adalah dengan kharisma dan kewibawaan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri partai. Ruhut memohon kepada SBY untuk bisa menaikan poling partai dengan berbagai kebijakannya.

Sebelumnya, pasangan Dede Yusuf-Laksamana dari parta Demokrat berada pada urutan ketiga. Wakil Gubernur Jabar yang mencalonkan diri jadi gubernur tersebut dari hasil Quick Count Kompas memperoleh suara sebesar 25,49 persen. Sedangkan pada posisi pertama ditempati oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Gubernur incumbent perwakilan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) memperoleh suara sebesar 31,58 persen. Disusul dengan pasangan nomor lima dari PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki menyusul dalam perolehan di urutan kedua dengan 28,91 persen.

Menempati urutan keempat diisi oleh pasangan Irianto-Tatang dan Dikdik-Toyib menempati urutan ke empat dan buncit dalam perolehan suara. Irianto mendapatkan suara sebesar 12,28 persen, sedangkan Dikdik sebesar 1,74 persen.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Kompas.com
11 KOMENTAR
1481732 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Yanuar Bernhard-Selasa, 5 Maret 2013 Laporkan
    Partai Demokrat Tahun 2014 Is Death..
  • Hendro Majapahit-Rabu, 27 Februari 2013 Laporkan
    coba sby tidak menggnakan fasilitas negara dan jabatannya dalam menyelamatkan partai....bisa dan mampu ngga ? dan saya berharap agar ruhut dijadikan Ketua umum mengganti anas....biar segera bubar partai busuk ini.
  • joe sam-Rabu, 27 Februari 2013 Laporkan
    Demokrat bermain kurang halus, meski partainya terkena kasus, mereka masih tetap pakai simbol2 dan bendera parta untuk kampanye.. lain dgn PKS, dan tdk terlalu menonjolkan hubungan dgn PKS yg sedang terkena kasus...tapi lebih mengedepankan prestasi Aher y
  • Sudirgantoro Parubi-Selasa, 26 Februari 2013 Laporkan
    Ya buat kang Dede, apapun hasilnya intropeksi diri saja, dulu kita dari mana bisa muncul sebagai wakil gubernur, karena terlalu ambisius kita tinggalkan "kendaraan politik" yang selama ini kita tumpangi, kita pilih "kendaraan" yang sedang bermasalah...ya
  • gayong-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    demokrat memang gak ada lgi yg milih...ganti aj namany...jdi namanya partai munafik...
  • webunic andrie-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    Oh iya sekarang berita unik, aneh, baru, dan terupdate ada di webunic lho ,
    100% ASLI Original ,, check sendiri aja kalau gak percaya.

    ♥ webunic.blogspot.com ♥.
  • Rakyat Jelata-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    Lae....menjilat kali komentar kau.
  • mas galih-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    Ruhut itu banyak Komentar, entar mulutnya busuk. Dia gak pernah mau kalah,walau kadang salah!! Semoga msyarakat tahu,,dgn tingkah-laku si-Ruhut tumpul ini!!!
  • jhote-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    Tutihand@:Buktinya suara yg diperoleh Aher melebihi pasangan calon lainnya,itu berarti mayoritas masyarakat jabar Percaya aher bersih kalau ada yg tidak setuju itu sah sah saja ini dinamika politik yg demokratis,karena kacamata anda mungkin berbeda dlm me
  • handayani tuti-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    konflik di demokrat memang ikut andil dalam penurunan suara dede, itu harus kita akui
  • Turisno Kemit-Senin, 25 Februari 2013 Laporkan
    Ruhut, situasi di Jabar adalah "gambaran" Pemilu 2014. Orang sudah tidak lagi peduli Parpol, tapi lebih lagi kepada FIGUR. Aher dipandang Masyarakat Jabar sangat baik dan menguntungkan Masyarakat, walaupun PKS Parpol tempatnya Aher bernaung juga lagi baba
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas