• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Pernyataan SBY Menampar Wajah Demokrasi Indonesia

Minggu, 3 Maret 2013 14:13 WIB
Pernyataan SBY Menampar Wajah Demokrasi Indonesia
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan konferensi pers sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman dan Hongaria, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (3/3/2013). Selain melakukan konferensi pers tentang kunjungannya, SBY juga mengomentari tentang dinamika politik nasional pascapenetapan status tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengimbau publik tak usah kaget dengan pernyataan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan berdasar laporan intelijen ada pihak yang akan membuat gonjang-ganjing.

Menurut Ray, pernyataan SBY sebelum lawatan luar negeri ke Jerman dan Hungaria, sebetulnya bentuk pengalihan isu yang menimpa dirinya, seperti internal Demokrat, skandal Century, dan terakhir adalah data Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang menerima dana Hambalang.

"Kalau Ibas menampik soal dana itu, dan mengatakannya sebagai lagu lama, pernyataan SBY ini lebih lama lagi. Upaya seperti ini kontraproduktif untuk membangun bangsa ini karena kondisi sangat tenang dan damai," ujar Ray kepada Tribunnews, Jakarta, Minggu (3/3/2013).

Ray menerangkan, melihat prilaku SBY tidak bisa sepotong-potong. Karenanya, seluruh prilakunya harus dilihat secara keseluruhan. Apa yang disampaikannya sebagai kepala negara sebelum terbang ke luar negeri, akan ada sejumlah pihak melakukan gonjang-ganjing bukanlah barang baru.

"Kalau sepotong-sepotong kita terkejut. Biasanya target pernyataannya selalu dua, pertama mengalihkan perhatian publik dari satu peristiwa yang menohok dirinya. Biasanya begitu. Target kedua, memberi kesan bahwa dia telah dizalimi," terangnya lagi.

Dikatakan Ray, apa yang dilakukan SBY bukan kali pertama terjadi. Hal serupa juga sudah pernah terjadi ketika di depan publik ia menunjukkan fotonya menjadi sasaran tembak pelaku terorisme, di tengah mencuatnya pemberitaan kasus bail out skandal Bank Century Rp 6.7 triliun.

Apa yang dikatakan SBY soal gonjang-ganjing, secara tidak langsung telah membuat wajah Indonesia semakin buruk. Secara politik, pernyataan SBY menunjukkan Indonesia sedang terancam, dan efeknya akan membuat iklim ekonomi mengkhawatirkan.

"Teorinya di mana-mana, kalau politik aman, ekonomi pun akan aman. Tapi sepertinya hal itu tidak dipikirkan SBY. Pernyataannya ini bukan hanya blunder, tapi bagaimana kepala negara membuat wajah bangsa ini buruk. Blunder itu hanya pada dirinya tapi ini terjadi pada bangsa Indonesia," papar Ray.

"Itu menampar demokrasi kita. Efeknya bangsa kita tidak peduli pada demokrasi dan membuat investor sangat takut. Yang disebutkan dia soal adanya gonjang-ganjing itu imajinasi. Tapi kita kesulitan bagaimana kita melakukan verifikasi. Karena laporan intelijen hanya presiden yang tahu," ujarnya.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
17 KOMENTAR
1505441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • ikhwan melia-Sabtu, 9 Maret 2013 Laporkan
    SIAPA SURUH PILIH SBY. GARA2 1 MENIT DI BILIK SUARA, SEMUA KITA KENA GETAHNYA
  • Hendi Suhendi-Jumat, 8 Maret 2013 Laporkan
    Presiden kita tipe orang yang selalu minta dibelaskasihani tetapi perilakunya berlawanan dengan sifat orang yang perlu dibelaskasihani.
  • -Jumat, 8 Maret 2013 Laporkan
    Lama-kelamaan SBY Saya lihat mulutnya kayak perempuan ....... ?????
  • Zulfiadi Ijun-Kamis, 7 Maret 2013 Laporkan
    jauhhhhhhhhhh sekali dg jokowi, nga pernah ngeluh, lgs turun lap, klo ado yg nga bener lgs koreksi, betulin, contoh bantuan, lgs dia ambil bagi... bkannya cak sby perintah situ sini, menteri agar sgera perbaiki, eh nga ada follow up nyo lg.. lenyap tuh ma
  • tanwin mashuri-Selasa, 5 Maret 2013 Laporkan
    mengeluh dan mengeluh lagi pak presiden ini.Hanya orang gila yg buat gonjang-ganjing di negeri ini
  • Chalis Armoza-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    semua org jg sdh tau bahwa negara indonesia adlh negara yg tdk aman!buktinya:presidennya jauh dg rakyatnya!seblm presiden dtg kesuatu tempat,yg namanya pampres itu sdh mensterilkan tmpt yg akan dikunjungi sby!ingat!presiden,pembawa amanah rakyat,yg mendoa
  • rizki-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    sudah hampir 10 tahun
    rakyat juga mengerti dan mengenal sby
  • Irvan Hakim-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    Tidak ada tanggung jawab Moral terhadap Rakyat dan Negara, Pemimpin2R.I tdk ada harga diri,hanya memperkaya diri seolah-olah kalau mati, gali kuburan sendiri.!!
  • Daries Gea-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    Hik..hik.. Liat foto saya ditembak para teroris, kebayang nggak seh kalo pelurunya benar-benar mengenai bekas tahi lalat ini? Teroris jahat!!! Dan ini ada hub dgn pilpres 2009
  • Irvan Hakim-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    NKRI TERANCAM BUBAR..!!
  • yang bikin...-Senin, 4 Maret 2013 Laporkan
    ...gonjang ganjing ya dia sendiri, karena...
  • Farhan Malino-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    Pemutar balikan, plesetan, puntiran pidato SBY sudah jadi lagu lama yang selalu didendangkan lawan2 politiknya. Rakyat sudah muak dengernya.....
  • Haha-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    Ray rangkuti mah orang bayaran, tugasnya memang mendoktrin dan memprovokasi, setiap ada celah yg mendatangkan uang pasti dia akan bergerak. Namanya aja aktivis bayaran, ya aktifnya kalo ada yg bayar hahaha
  • bima-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    Demokrasi di RI sdh melewati batas. Dan internal di RI kesannya selalu ribut. Sebaiknya pemerintah lebih tegas dg menangkap semua teroris & musuh politik, termasuk para provokator & penyebarnya.
  • Dego-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    Salasatu cara untuk mengurangi korupsi bubarkan demokrat.
    Ketum, sekjen, bedum semua korup, jadilah partai korup.
  • Maruk Sapta-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    pengakuan seorang teroris yg pernah disiarkan metro tv th 2010 adl yg benar sebenarnya foto megawati yg dijadikan sasaran tembak bukan sby...
  • Raycharles-Minggu, 3 Maret 2013 Laporkan
    Rachmad Rangkuti engga ngerti apa itu demokrasi, dia
    memang tukang tabuh gendang , tapi cuma tahu irama
    tertentu saja. Demokrasi itu multi ragam, jadi dia harus
    belajar lebih dalam !
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas