• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Kurikulum 2013 Diharap Jadi Tonggak Pendidikan Karakter

Rabu, 6 Maret 2013 09:48 WIB
Kurikulum 2013 Diharap Jadi Tonggak Pendidikan Karakter
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah orang yang tergabung dalam Forum Peduli Bahasa Daerah (FPBD) menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (7/1/2013). Dalam aksinya mereka menolak Kurikulum 2013 dan menuntut bahasa daerah atau bahasa Sunda jadi pelajaran terpisah dan tidak digabung dengan pelajaran lain. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Anggota Komisi X DPR Herlini Amran mengatakan saat ini di Indonesia sudah dalam kondisi “Darurat Moral baik".  Berbagai fenomena kasus kekerasan seksual terhadap anak usia sekolah dan maraknya kenakalan remaja menjadi indikatornya. 

“Saat ini di Indonesia sudah dalam kondisi 'Darurat Moral baik'. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi yang komperhensif terkait pelaksanaan pendidikan karakter atau muatan moral yang mengejawantahkan sistem pendidikan nasional kita,” ungkap Herlini Amran di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Dia tegaskan, penguatan moral anak bangsa adalah tujuan pendidikan nasional yang hakiki. Jika tawuran pelajaran masih marak, kekerasan seksual di kalangan siswa terus meningkat, itu artinya, pemerintah belum berhasil menyelenggarakan pendidikan nasional.

Menurut Legislator Perempuan PKS ini, evaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di Sekolah sangat penting untuk memastikan persiapan implementasi pendidikan karakter dalam kurikulum 2013.

Lebih lanjut dia katakan, output kurikulum 2013 adalah mencetak siswa yang berkarakter. Sehingga sangatlah penting semua aspek keguruan untuk segera direkapsitasi oleh Kemendikbud sebelum Kurikulum 2013 dijalankan.

Anggota DPR asal Wilayah Pemilihan Kepulauan Riau itu berharap tahun ini menjadi tahun “Darurat Moral Baik”. Selain itu momentun Perubahan Kurikulum baru kedepannya diharapkan menjadi momentum evaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia dinilai masih gagal membentuk bangsa yang bermartabat dan berwibawa.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1517551 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas