• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Konflik Polisi-Tentara Terjadi Sejak Pemisahan Dua Institusi

Kamis, 7 Maret 2013 18:06 WIB
Konflik Polisi-Tentara Terjadi Sejak Pemisahan Dua Institusi
Ist
TNI menenteng senjata di depan Mapolres OKU yang terbakar, Kamis (7/3/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dibakarnya kantor Mapolres OKU, Sumatera Selatan, oleh sejumlah oknum tentara dinilai merupakan buntut dari permusuhan yang berkembang sejak pemisahan kepolisian dari tentara Indonesia.

Menurut pengamat militer yang merupakan peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistiyo, sejak polisi pisah dengan tentara dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), timbul arogansi sektoral di masing-masing anggota dua kesatuan yang menganggap instansi masing-masing lebih berwenang dibandingkan yang lain.

"Dalam kasus ini, tentara yang ditilang oleh anggota polisi berpikir polisi tidak berwenang terhadap dirinya, sementara polisi mendapatkan kewenangan yang sebelumnya tidak didapat," ujar Hermawan kepada Tribunnews.com, Kamis (7/3/2013).

Selain itu juga telah terjadi kecemburuan pendapatan diantara anggota dua instansi itu. Menurut Hermawan, sejak Pemerintah mengucurkan remunerasi bagi anggota tentara Indonesia, maka terjadi kejomplangan pendapatan diantara anggota tentara dan kepolisian Indonesia.

Menurut Hermawan, pendapatan yang diperoleh oleh seorang tentara berkat remunerasi itu jauh lebih besar dibandingkan dengan seorang personil polisi. "Remunerasi bintara TNI sama dengan remunerasi dengan perwira polisi. Namun tentara berpendapat, walau begitu polisi kan mendapat lebih besar dari sampingannya," kata Hermawan.

Untuk memperbaiki situasi ini, bebernya perlu pembenahan sistem pendidikan di Akademi Kepolisian dan SPN Tentara, untuk mengubah pola berpikir yang ada. Selain itu bebernya perlu diberlakukan sistem reward and punishment yang tranparan, dan dikeluarkannya produk Undang-undang yang mengatur militer dan sipil.

Klik:

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1525661 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas