Senin, 3 Agustus 2015
Tribunnews.com

RUU Pilkada Masuki Tahap Akhir Pengesahan

Senin, 11 Maret 2013 10:24 WIB

RUU Pilkada Masuki Tahap Akhir Pengesahan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa (kanan), menyampaikan laporannya dalam sidang paripurna DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2012). Paripurna akhirnya mengesahkan terbentuknya 5 daerah otonom baru, yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat), Kabupaten Manokwari Selatan (Papua Barat), Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat), dan Kabupaten Pesisir Barat (Lampung). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Tribunnews.com, Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada memasuki tahap-tahap akhir disahkan DPR.

Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanjar mengatakan RUU Pilkada harus dituntaskan sebelum reses Dewan April 2013 nanti.

"Sedang dalam tahap-tahap akhir pengesahan," kata Agung di gedung DPR RI Jakarta, kemarin.

Menurut dia ada dua hal yang paling krusial terjadi perdebatan di internal Panja RUU Pilkada.

Pertama  soal perlu tidaknya Pilkada langsung di tingkat provinsi. "Atau pemilihan gubernur oleh DPRD provinsi saja. Jadi pemilihan langsung tinggal di kabupaten/kota saja, ini fokus soal otonomi daerah," kata Agun.

Kemudian persoalan kedua yang mengemuka adalah soal paket calon gubernur dan wakil gubernur yang diajukan dalam Pilkada.

Dimana sejak awal mengemuka dalam Pilkada hanya menentukan calon gubernur sementara wakil gubernur ditunjuk oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

"Bagi kami UU Pilkada ini lebih ke aspek demokrasi," kata Agun.

Dalam RUU Pilkada juga mengemuka soal jabatan wakil gubernur yang bisa diisi lebih dari satu orang. Dengan kata lain wakil gubernur bisa diisi 2 atau 3 orang wakil gubernur.

"Misalnya sesuai jumlah penduduknya. Namun gagasan ini muncul juga di RUU Pemda" kata Agun.
Menurut Agun, pemerintah menginginkan wakil gubernur ditunjuk oleh pemerintah pusat.

"Kita menjaga aspek pluralitas dalam RUU Pilkada," kata dia.

(Aco)

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas