• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

FITRA: Ada Permainan Anggaran Persiapan UN di Kemendikbud

Rabu, 13 Maret 2013 08:38 WIB
FITRA: Ada Permainan Anggaran Persiapan UN di Kemendikbud
NET

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Sekretariat Nasional (Seknas) Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencurigai ada permainan dalam penentuan perusahaan pelaksana proyek pengadaan dan distribusi bahan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 sebesar Rp.120.457.937.603.

Uchok Sky Khadafi, Kordinator Investigasi Dan Advokasi FITRA mengungkap, proses lelang yang dilakukan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seperti sudah diatur. Beberapa perusahaan yang punya harga penawaran tinggi dan mahal, dimenangkan dalam lelang penggandaan dan distribusi bahan UN ini.

Sementara, temuannya, perusahaan yang punya penawaran rendah dan murah justru dikalahkan.

"Misalnya, pada paket 1, pemenang lelang adalah PT. Balebat Dedikasi Prima. Tetapi, PT. Balebat Dedikasi Prima, ikut juga pada paket 3 dengan penawaran lebih rendah dan murah. Namun, bisa dikalahkan PT. Ghalia Indonesia Printing," kata Uchok dalam keterangan persnya yang diterima Tribunnews.com, Rabu (12/3/2013).

Menurut Uchok, kejanggalan lain juga tampak dalam proses penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 2, dengan nilai paket Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 17.691.386.400.

Dimana dalam hal itu dimenangkan PT Pura Barutama, Jln. AKBP Agil Kusumadya 203 Kudus, dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.562.448.000.

Padahal, nilai penawaran dari PT Pura Barutama itu terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah, seperti PT Perca sebesar Rp 13.264.292.271; PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK sebesar Rp 13.396.078.115 dan PT Ghalia Indonesia Printing sebesar Rp 14.454.192.848.

Demikian juga, pengaturan terlihat dalam proses lelang penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 3, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 27.162.209.903.

Paket ini dimenangkan oleh PT.Ghalia Indonesia Printing yang beralamat di Jln Rancamaya Km.1 No.47 Ciawi Bogor, dengan nilai penawaran sebesar Rp 22.489.952.830.

Padahal, nilai penawaran dari PT Ghalia Indonesia Printing terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tetapi dikalahkan, seperti PT Aneka Ilmu sebesar Rp 17.107.372.806; PT Jasuindo Tiga Perkasa sebesar Rp 21.171.902.444; dan PT Balebat Dedikasi Prima sebesar Rp 21.604.198.430.

Serupa juga terjadi dalam proses lelang pengadaan dan distribusi bahan UN Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 5, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 19.607.732.020.
Paket ini justru dimenangkan PT. Karsa Wira Utama dengan nilai penawaran sebesar Rp 16.370.616.240.

Padahal, nilai penawaran perusahaan lainnya lebih murah tetapi dikalahkan, seperti PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK sebesar Rp 12.505.462.948; PT Ghalia Indonesia Printing sebesar Rp 16.019.252.213; PT Temprina Media Grafika sebesar Rp 16.262.292.640.

Terang Uchok, bagi-bagi proyek begitu mencolok lantaran perusahaan yang dikalahkan dalam proses lelang paket tertentu, dimenangkan juga dalam pengadaan paket lainnya. Padahal, nilai penawarannya juga tinggi.

Sebagai contoh, PT Temprina Media Grafika yang dimenangkan dalam lelang penggandaan dan distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 6, dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.784.516.032.

Padahal, nilai penawaran perusahaan lainnya lebih murah tetapi dikalahkan, seperti PT Perca dengan penawaran sebesar Rp 13.042.338.848; PT Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp 14.205.828.197; PT Balai Pustaka (Persero) dengan penawaran sebesar Rp 14.268.317.184; Perum Percetakan Negara RI dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.613.470.168.

Kemudian, PT Balebat Dedikasi Prima yang dimenangkan dalam proses lelang penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 1. Dengan nilai penawaran sebesar Rp.12.951.707.377.

Serta, PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK yang dimenangkan dalam proses lelang penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 4. Dengan nilai penawaran sebesar Rp.13.726.112.268.

Melihat fenomena tersebut, FITRA mendesak DPR agar meminta  pertanggungjawaban Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang terlalu mahalnya penggandaan dan distribusi bahan UN dan terduga ada indikasi mark up (penggelembungan) harga.

Selain itu, lanjut Uchok, Fitra juga meminta aparat penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan Kejaksaan untuk masuk ke penyelidikan proyek penggandaan dan distribusi bahan UN.

"Sebab diduga ada indikasi mark up harga dalam kasus tersebut," kata Uchok.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1546061 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas