• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

SBY Diimbau Jangan Khawatir Soal Isu Makar

Sabtu, 16 Maret 2013 17:51 WIB
SBY Diimbau Jangan Khawatir Soal Isu Makar
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Hukum Tata Negara (HTN) Margarito Kamis, mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlalu khawatir dengan isu demonstrasi besar-besaran yang akan menggulingkan kepemimpinannya.

"Saya kira presiden tidak perlu memikirkan itu," ujar Margarito usai mengikuti sebuah diskusi yang digelar di Bawaslu Media Center, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (16/3/2013).

Menurut Margarito, isu penggulingan pemerintahan alias makar, tidak akan benar-benar terjadi. Sebab, kondisi rakyat Indonesia kini tidak seperti 1997 dan 1998.

"Saya tidak percaya ada makar, yang paling pokok adalah soal orang lapar. Karena, saat ini tidak ada orang lapar seperti 1997 sampai 1998. Kalau orang sudah lapar massal, baru kita berpikir ada makar. Sekarang kan orang tidak lapar-lapar amat," tutur Margarito.

Margarito pun tidak percaya, bahwa isu penggulingan pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketakutan.

"Saya kira tidak, kalo dia (presiden) takut, itu tidak masuk akal," ucap Margarito.

Sebelumnya, soal aksi besar-besaran pada 25 Maret nanti, Presiden SBY mengaku kebanjiran pesan singkat (SMS).

Menurutnya, isi SMS antara lain SBY harus jatuh dari jabatan presiden. Setelah itu, dibentuk presidium yang akan menjalankan pemerintahan hingga diadakan pemilu.

Baginya, rencana demo itu hanya bagian dari dinamika demokrasi yang berkembang di Indonesia, dan yang paling penting adalah menjaga ketertiban.

"Demokrasi yes, melanggar konstitusi no," tegasnya. (*)

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1561111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas