Jumat, 27 Februari 2015
Tribunnews.com

Kasus Santet Disarankan Diselesaikan Lewat Adat

Jumat, 22 Maret 2013 16:06 WIB

Kasus Santet Disarankan Diselesaikan Lewat Adat
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Inggrid Kansil, meminta pasal 293 tentang Santet dalam RUU KUHP dikaji kembali. Ia menilai, pasal tersebut belum terlalu mendesak bagi masyarakat.

"Seperti yang kita ketahui, hukum harus bersifat tegas dan jelas, baik dari segi dan bentuk kasus, maupun bukti-bukti yang menerangkan serta mengklasifikasikan sebuah kasus, termasuk pidana ataukah perdata. Kasus pembunuhan ataukah penipuan," kata Inggrid di Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Ia menuturkan, pembuktian dari pasal tersebut butuh bukti dalam bentuk fisik, dan bukti fisik inilah yang tidak dimiliki santet dan ilmu nujum lain.

Menurut istri Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hassan, santet erat kaitanya dengan metafisika, yang secara wujud tidak dapat dilihat, tapi dapat dirasakan akibatnya.

"Santet, teluh, tenun, hingga sumpah pocong, merupakan hal yang telah dikenal baik oleh masyarakat," ujarnya.

Itu, kata Syarief, merupakan bagian dari budaya yang menjadi identitas yang sifatnya melekat, sebagai sebuah bangsa yang memiliki beragam adat istiadat.

"Tapi, dengan adanya praktik tersebut, tidak serta merta membuat kita menjadikannya dasar hukum, dengan asumsi bahwa akibat santet ini dirasakan dan menimbulkan kerugian, baik secara materiil dan non materil," tuturnya.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas