• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Mabes Polri: Yohanes Juan Manbait Sudah Bukan Polisi

Minggu, 24 Maret 2013 10:21 WIB
Mabes Polri: Yohanes Juan Manbait Sudah Bukan Polisi
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
PENYERBUAN LAPAS. Sejumlah anggota kepolisian berjaga di depan pintu masuk Lapas Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013). Pada Sabtu dini hari terjadi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata yang menewaskan empat orang tersangka pelaku pembunuhan di Hugos Cafe yang ditipkan oleh Polda DI Yogyakarta di Lapas tersebut. (TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)

Tribunnews.com, Jakarta- Kepolisian RI menegaskan, Yohanes Juan Manbait atau Juan, salah satu tahanan yang tewas ditembak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta, bukan lagi anggota polisi.

Dia telah dipecat dari Polresta Yogyakarta. "Dia (Juan) sudah dipecat karena kasus narkoba," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius saat dihubungi, Minggu (24/3/2013). Juan telah menjalani sidang etik dan akhirnya diberhentikan, namun Suhardi tidak menjelaskan kapan Juan dipecat dari kesatuannya.

Pria kelahiran Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, ini merupakan salah satu tersangka penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, yang ditembak mati kelompok bersenjata di Lapas Cebongan, Sabtu (23/3/2013).

Sebelumnya, gerombolan bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang lapas. Awalnya, mereka mengaku dari Polda DI Yogyakarta sambil menunjukkan surat berkop polda. Mereka mengaku ingin membawa empat tersangka kasus terbunuhnya Sersan Satu Santosa, anggota Kopassus di Hugo's Cafe, 19 Maret 2013 lalu.

Mereka mengancam meledakkan lapas ketika permintaan ditolak pihak lapas. Akhirnya, petugas membukakan pintu dan belasan orang memakai penutup mata masuk. Mereka menyeret petugas lapas menunjukkan empat tahanan yang dicari.

Empat tahanan tersebut akhirnya ditembak mati. Mereka adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Sebelum kabur, kelompok bersenjata juga membawa rekaman CCTV. Aksi itu pun hanya berlangsung 15 menit. Kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso membantah penembakan dilakukan anggota Kopassus. Kepala Seksi Intelijen Kopassus Grup-2 Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto juga menyatakan bantahan yang sama.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1588232 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • andi-Minggu, 24 Maret 2013 Laporkan
    Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor
    Jenderal Hardiono Saroso membantah
    penembakan dilakukan anggota Kopassus.
    Kepala Seksi Intelijen Kopassus Grup-2
    Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto juga
    menyatakan bantahan yang sama. Jgn cepat
    membantah atau mengambil
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas