• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Mahfud MD: Nama Saya Muncul Menjadi Capres Sejak Awal 2010

Selasa, 2 April 2013 15:24 WIB
Mahfud MD: Nama Saya Muncul Menjadi Capres Sejak Awal 2010
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD berdiri disebelah potret dirinya dalam acara perpisahan Mahfud, di Aula Gedung MK, Jakarta, Senin (1/4/2013). Tepat pada tanggal 1 April ini masa jabatan Mahfud MD sebagai Hakim Konstitusi telah berakhir, dan digantikan oleh Arif Hidayat. Sementara pemilihan Ketua MK yang baru akan berlangsung pada Rabu 3 April mendatang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Mahfud MD memang selalu masuk bursa calon presiden 2014 dalam berbagai hasil lembaga survei. Popularitas Mahfud pun selalu berada di atas.

Mahfud sendiri mengaku sebenarnya sejak awal 2010 namanya sudah ikut meramaikan bursa capres. Hanya saja popularitas dan elektabilitasnya tidak sekencang sekarang.

Penuturan Mahfud, jabatan dia sebagai ketua Mahkamah Konstitusi sangat memberikan andil besar hingga namanya sekarang melambung. Namanya mulai mencuat ketua Mahfud Cs memutus perkara Anggodo Wijaya.

"Munculnya nama saya menjadi capres di masyarakat mulai awal 2010 ketika MK itu, tanpa bermaksud promosi, mengungkap fakta dengan benar memutus kasus Bibit-Chandra (pimpinan KPK) dan menyetel rekaman percakapan Anggodo," ujar Mahfud saat perpisahan dengan wartawan di kediaman dinasnya, Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Saat itu, cerita bekas menteri pertahanan itu, keadaan agak gawat karena ada transkipnya yang bersifat rahasia. Namun, Mahfud ingin agar rekaman tersebut diperdengarkan di sidang pengadilan.

Banyak pihak yang menyangsikan apakah MK memiliki keberanian untuk memutar percakapan tersebut. Selain itu, polisi juga mengancam akan menyita rekaman tersebut ke KPK jika diputar di persidangan umum.

Bahkan saat itu pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menelpon Mahfud menyarankan agar rekaman tersebut diputar di tempat tertutup dan tanpa panitera karena resikonya besar.

"Saya bilang bapak tidak usah khawatir. Bapak serahkan itu sebagai perintah pengadilan," tutur suami Zaizatun Nihayati itu..

Rekaman tersebut akhirnya diputar dan Bibit-Chandra, dengan permintaan presiden, tidak dilanjutkan ke persidangan.

"Itu membuktikan betapa lembaga penegak hukum bisa diatur pemilik uang. Setelah itu, gelombng demonstrasi dimana-mana yang meminta itu ditindak dengan tegas. Pada akhirnya Bibit-Chandra diminta presiden tidak dilanjutkan ke pengadilan," kata pria kelahiran Sampang, Madura itu.

Atas keberanian MK tersebut, banyak tokoh yang mengatakan Mahfud harus siap jadi calon presiden. Bahkan sebagian datang langsung menemui Mahfud.

Diantaranya Thamrin Amagola, Fajroel Rachman, Effendi Gazali, dan lain-lain.

"Sejak itu nama saya muncul, secara spontan," kata dia.

Bulan Juni 2011 harian Kompas kemudian merilis nama Mahfud masuk dalam urutan 16 dari 30an nama calon presiden.

Tapi Mahfud mengaku sadar diri. Tak pantas rasanya dia menjadi calon presiden. "Waktu itu saya sadar betul. Masak memutus satu perkara saja bisa capres? Presiden itu modalnya besar. Saya tidak punya potongan, jaitan menjadi presiden," katanya.

Karena selalu menjawab demikian, beberapa tokoh kemudian meminta Mahfud berhenti berbicara tidak layak. Mahfud diminta siap.

Dalam berbagai kesempatan, Mahfud akhirnya menjawab akan memberikan jawaban jika sudah pensiun dari MK.

Kini, usai pensiun dari MK, Mahfud pun menyatakan siap menjadi calon presiden.

"Kalau memang pilihan rakyat menghendaki saya itu objektif, bukan direkayasa, pada saatya mungkin saya katakan tidak menolak meskipun saya mengatakan saya tidak memburu itu," kata Mahfud.

"Saya katakan siap sajalah. Kalau rakyat mau, Tuhan menghendaki, ada endorsment parpol," katanya.

Namun, tentang parpol, Mahfud mengaku belum ada. Sebab menurutnya, jika memang sudah jalannya, partai politik pasti ada. Seperti Boediono yang menjadi wakil presiden atau saat itu tanpa partai.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1621361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas