• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Ini Dia Profil Pasukan Grup II Kopassus yang Bermarkas di Kartosuro

Kamis, 4 April 2013 19:55 WIB
Ini Dia Profil Pasukan Grup II Kopassus yang Bermarkas di Kartosuro
Ilustrasi parade dari Korps Kopassus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  TNI AD melalui Ketua Tim Investigasi kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman mengakui bahwa para pelaku penembakan adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup II Kartosuro.

Ada 11 orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut terkait penembakan empat orang tahanan yang terlilit kasus pembunuhan Serka Santoso di Hugos Cafe.

Komando pasukan khusus atau lebih dikenal dengan sebutan Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir.

Kopassus memiliki  prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di bidang metal, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.

Kesatuan ini telah mampu berprestasi memberantas pemberontak DI/TII, PRRI, Permesta, Pembebasan Irian Barat, menumpas pemberontakan komunis, membebasakan sandera di pesawat Woyla Don Muang Bangkok, pembebasan sandera peneliti Tim Loren di Mapenduma Iraian Jaya, menumpas gerakan pengacau keamanan di bumi Nusantara dan ikut serta partisifasi dalam pembebasan sandera di KM.Sinar Kudus serta penugasan-penugasan misi perdamaian di luar negeri merupakan bukti konsistensi pengabdian "Korps Baret Merah" sesuai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Janji Prajurit Komando.

Kopassus  merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara). Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.

Markas Komando di Cijantung Jakarta Timur merupakan pusat pengambilan keputusan yang secara cepat dapat diterusan  ke Grup-Grup operasional, Grup-1 Kopassus di Serang, Banten dan Grup-2 Kopassus di Kartosuro, Jawa Tengah merupakan Satuan Para Komando yang mempunyai kemampuan masuk dan meninggalkan daerah lawan dengan kecepatan dan pendadakan yang tinggi, menggunakan berbagai sarana dan dalam kondisi medan bagaimanapun sulitnya untuk melumpuhkan serta menghancurkan sasaran yang ditargetkan dengan taktik dan tehnik bertempur yang dimilki seperti operasi Komando, Raid, Gerilya lawan Gerilya serta dapat mengambil bagian dalam operasi Lintas Udara, Mobilitas Udara dan operasi Amphibi.

Sementara Grup-3 Kopassus yang berkedudukan di Cijantung adalah pasukan Sandi Yudha yang mampu melakukan infiltrasi dan eksfiltrasi ke daerah lawan dengan cara yang sangat tertutup untuk melaksanakan tugas pokonya.

Sebagai satuan yang berintelektual tinggi dan bermental baja Sandi Yudha hidup dari sumber setempat dengan memanfaatkan potensi wilayah serta mampu melaksanakan pertempuran dengan kelompok kecil hingga perorangan. Satuan-81 Kopassus di Cijantung adalah satuan penanggulangna teror yang mampu melaksanakan operasi anti teror dari berbagai objek sperti gedung, Bus, Kapal, Kereta Api, hingga Pesawat Udara baik di daerah sendiri maupun di daerah lawan.

Operasi penghancuran dan operasi penjinakan bahan peledak merupakan salah satu ciri khas Satuan-81 Kopassus yang terus menerus menempa diri dengan latihan-latihan.

Kartosuro sebagai markas Grup II Kopassus sejatinya hanya sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tetapi, Kartosuro tampak lebih hidup dari Sukoharjo. Itu karena letak strategis Kartosuro di persimpangan tiga kota penting di Jawa, Solo, Yogyakarta, dan Semarang.

Titik persimpangan tiga kota pusat budaya Jawa itu ditandai dengan sebuah tugu. Orang sekitar mengenalnya Tugu Kartosuro.

Satu kilometer dari Tugu Kartosuro ke arah selatan, adalah markas Grup 2 Kopassus. Markasnya sangat luas, hampir satu desa. Sering disebut sebagai Kandang Menjangan, karena memang dulunya dikenal hutan tempat rusa berkumpul. Markas ini masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo, tetapi di seberang jalannya, masuk wilayah Kabupaten Boyolali.

Warga sekitar yang melewati markas Kopassus tersebut juga dilarang bertingkah aneh dan sembarangan, jika dilanggar sanksi pun akan dikenakan.

Sering, kalau ada orang mengendarai kendaraan sembarangan di depan markas itu, dihukum push up oleh petugas jaga. Warga sekitar tahu, itu adalah markas salah satu Korps militer paling disegani di Indonesia. Korps paling elit.

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1631541 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas