• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jalankan Tugas Intelejen, Serka Heru Santoso Bukan 'Main' di Hugos Cafe

Jumat, 5 April 2013 14:33 WIB
Jalankan Tugas Intelejen, Serka Heru Santoso Bukan 'Main' di Hugos Cafe
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjend Agus Sutomo menyatakan, Serka Heru Santoso sedang menjalankan tugas intelijen, saat berada di Hugos Cafe, Yogyakarta.

Menurut Agus, almarhum Heru sedang mengumpulkan informasi untuk diserahkan dalam Rapat Koordinasi Intel Daerah (Rakominda) bersama intel dari Kodam, dan Korem setempat.

"Serka Heru itu orang intel. Di wilayah kan ada intel dari Kodam, Korim, jadi Kopassus karena posisinya di Jawa Tengah termasuk ke dalam komuniti intel itu, yang tergabung dalam Rakominda. Itu nanti informasinya dihimpun dan akan diserahkan. Jadi pada waktu itu dia sedang tugas, gak ada main-main," kata Agus usai mengikuti kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung di Lapangan Tembak Rama Shinta Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013).

Lebih lanjut Agus mengaku sedih kehilangan salah satu prajuritnya itu. Selain dikenal sebagai prajurit baik, Serka Heru juga dikenal sebagai prajurit yang berprestasi.

"Anaknya baik sekali, tidak pernah minum, termasuk prajurit yang berprestasi. Makanya di satu sisi saya sangat merasa kehilangan," lanjutnya.

Seperti diketahui pada di Hugos Cafe, Serka Heru dikeroyok hingga tewas oleh setidaknya empat orang yang kemudian dititipkan Polda Yogyakarta di Lapas Cebongan. Pada Sabtu 23 Maret lalu, 11 anggota pasukan elite Kopassus menyerang Lapas yang berada di daerah Sleman itu. Penyerangan ini menewaskan empat tahanan yang diketahui kemudian bernama Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan. 

Sebelumnya TNI AD telah menunjuk sembilan perwira untuk melakukan investigasi penyerangan LP Cebongan. Tim ini dipimpin oleh Unggul, yang merupakan Wakil Komandan Pusat POM.

Menurutnya, motif tindakan karena rasa korsa terhadap Kopasus, terutama setelah rekan mereka Serka Heru Santoso dibunuh secara keji dan sadis oleh preman.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1633902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Suheri Purnama-Sabtu, 6 April 2013 Laporkan
    saya sangat tidak setuju ada preman di jogja apalagi orang luar yang masuk jogja jadi preman. berantas preman di jogja. apalagi yang jadi korban TNI . tanpa tentara negara ini pasti bubar. kenapa wktu serka heru dibunuh tidak ramai komnas ham bicara, pada
  • anton irian-Jumat, 5 April 2013 Laporkan
    mejalankan tugas memalak di hugos cave ya? Semoga almarhum di terima di neraka jahanam.
  • Santo-Jumat, 5 April 2013 Laporkan
    Aahhh setelah mampus baru di bilang anggota baik dan berprestasi komandan lagu jaman dulu, semua seperti itu klu sdh mampus tp waktu hidup mungkin di sapa pun gk pernah sama atasannya termasuk si jendral ini dan maunya di hormati doank, peratian semuanya
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas