Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Enam Modal Gerindra Optimis Menang di Pemilu 2014

Selasa, 9 April 2013 09:29 WIB

Enam Modal Gerindra Optimis Menang di Pemilu 2014
ISTIMEWA
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Lembaga Survei INES merilis hasil survey terkait Pemilu 2014. Hasilnya, untuk pemilu Presiden, Prabowo Subianto berada pada no 1 yang akan dipilih oleh rakyat dengan tingkat elektabilitas sebesar 39.8 persen. Sementara Gerindra'>Partai Gerindra berada di urutan ketiga dengan 18,2 persen.

"Kami, Gerindra'>Partai Gerindra tentu senang dengan hasil survei tersebut.  Hasil itu merupakan harapan dan perjuangan Gerindra. Gerindra'>Partai Gerindra akan mencalonkan Prabowo Subianto pada 2014. Namun, kami tak akan terbuai oleh hasil survei ini," ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra'>Partai Gerindra, Fadli Zon dalam rilisnya, Selasa (9/4/2013).

Menurutnya, Survei hanyalah indikator atau alat untuk menakar posisi. Yang paling terpenting, imbuh Fadli, adalah dukungan sesungguhnya dari rakyat. "Target kami, selain memenangkan presiden, juga Gerindra bisa meraih minimal 20 persen kursi DPR," tegasnya.

Untuk mencapai hal ini Fadli memaparkan, ada enam modal Gerindra untuk bisa menang. Pertama, Gerindra punya ideologi yang jelas yaitu kebangsaan, kerakyatan dan relijius. Kedua, punya Manifesto Perjuangan dan Program Aksi yg nyata dan terukur.

Ketiga, ada kandidat capres terkuat yaitu Prabowo Subianto. Keempat, infrastruktur makin kuat dari pusat hingga ranting. Punya DPR-DPRD, gubernur, wakil gubernur hingga bupati walikota.

Yang kelima, masih punya waktu untuk konsolidasi. Keenam, momentum politik. Partai relatif bersih, solid dan kader-kader semangat.

Keenam modal inilah yang membuat kami yakin bisa memenangkan pemilu 2014. Denyut politik saat ini pun, sebagaimana ditunjukkan hasil survei INES, juga mengarah kesana.

"Dan semakin menguatkan dan mendorong Gerindra untuk mengoptimalkan 6 modal tersebut. Kami yakin dengan kerja keras, dukungan rakyat akan semakin bertambah buat Gerindra," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari 11 nama calon presiden yang disurvei Indonesia Network Election Survey (INES) pada 18-30 Maret 2013, Prabowo Subianto terunggul dengan elektabilitas mencapai 39,8 persen, dibanding survei Oktober 2012 hanya 19,8 persen.

Nama capres berikutnya adalah Megawati Soekarnoputri dengan 17,2 persen responden,Hatta Rajasa (14,4 persen), Aburizal Bakrie (10,3 persen), Any Yudhoyono (5,1 persen), Jusuf Kalla (4,2 persen), Pramono Edhie Wibowo dan Wiranto (3,3 persen).

Kenaikan elektabilitas Mega dibanding survei sebelumnya (13,16 persen) karena kerja partainya PDI Perjuangan makin positif, dan sikap publik yang mulai bangkit dan percaya terhadap Mega dan partai yang dikomandaninya.

Sementara terkereknya Hatta (survei sebelumnya 11,3 persen) dikarenakan banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih kepadanya. Hatta dinilai sebagai figur tokoh yang paling dianggap merepresentasikan partai Islam.

Adapun elektabilitas Aburizal yang meningkat (sebelumnya di angka 7,36 persen), dikarenakan kerap muncul dalam iklan televisi secara massif. Ini juga ditopang dengan keberhasilan kader Golkar melakukan sosialisasi Aburizal ke bawah dengan program pemberian bantuan berupa uang.

Iklan media sedikit banyak juga mendongkrak elektabilitas Wiranto pascamasuknya Hary Tanoesoedibjo, bos MNC Group. Publik semakin tertarik memilih Wiranto lantaran kerap tampil dalam iklan dan pemberitaan dirinya mulai massif lewat media Hary Tanoe.

Penulis: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas