BNN-Yayasan Artha Graha Peduli Kerjasama Penanganan Korban Narkoba

BNN dan Yayasan Artha Graha Peduli menandatangani MoU atau nota kesepahaman dalam bidang pengembangan pascarehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

BNN-Yayasan Artha Graha Peduli Kerjasama Penanganan Korban Narkoba
eri komar sinaga
Kusman Suriakusumah: Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional dan Heru Budi Wasesa: Direktur Eksekutif Yayasan Artha Graha Peduli

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Yayasan Artha Graha Peduli hari ini menandatangani Memorandum of Understandin (MoU) atau nota kesepahaman dalam bidang pengembangan pascarehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

MoU ini merupakan lanjutan progam kemitraan dan pengembangan sistem pelayanan pascarehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba dengan metode konservasi alam dan pendukung lainnya.

"Ini merupakan landasan bagi kedua belah pihak dalam melaksanakan program kemitraan dan pengembangan sistem pelayanan pascarehabilitasi melalui metode konservasi alam dan metode di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung Barat," ujar Anang Iskandar, Kepala BNN, dalam rilis yang diterima Tribunnews.com Jumat (12/4/2013).

Sementara itu, Kusman Suriakusumah selaku Deputi Rehabilitasi BNN mengatakan Perjanjian ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bebas Narkoba.

"Permasalahan Narkoba adalah masalah serius yang apabila tidak ada penanganan yang serius dan komprehenseif maka banga Indonesia dapat mengalami kerugian yang sangat besar di masa yan akan datang," kata Kusman di Hotel Borobudur saat penandatanganan MoU.

Lebih lanjut, kata Kusman, tujuan kerja sama ini untuk pembentukan mentalitas positif dan peningkatan produktifitas hidup dari korban penyalahgunaan Narkoba.

Sekedar informasi, sepanjang tahun 2012 program ini telah diikuti 240 orang residen yang berasal dari panti rehabilitasi UPT T dan R BNN Lido dan beberapa tempat rehabilitasu lainnya.

Program ini akan dibagi dalam empat tahap yang setiap tahapnya diikuti 60 orang. Mereka nantinya akan menjalani serangkaian program paskarehabilitasi selama tiga bulan.

Untuk tahun 2013 ini, setiap tahapannya akan diikuti 100 residen.

"Selama menjalankan program, para residen diberikan sejumlah pelatihan seperti otpimalisasi musik sebagai bagian terapi, konservasi hutan, teknik perawatan hewan-hewan ternak, pengelolaan perikanan, diskusi fokus dalam bidang kekambuhan, hingga keterampilan keamanan," kata Kusman.

Tags
narkoba
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved