• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bupati OKU Timur Punya Anak dari Pembantunya?

Jumat, 12 April 2013 19:04 WIB
Bupati OKU Timur Punya Anak dari Pembantunya?
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Herman Deru, memberikan potongan nasi tumpeng kepada istrinya, Kamis (17/11/2011).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib bocah berinisial AF (8) sangat memerihatinkan. Sebab, ia harus berjuang mendapatkan pengakuan dari orang yang diyakininya sebagai ayah, yakni H Herman Deru.

Herman yang dimaksud adalah seorang politisi Partai Demokrat yang kini tengah menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan.

Demikian diungkapkan pengacara keluarga AF, Kamal Singadirata, saat berbincang dengan wartawan di halaman Kantor KPK, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Kamal datang bersama AF dan ibunya, ANS. Namun, kedatangan Kamal ke KPK tidak berhubungan dengan kasus tersebut. Kamal melaporkan kasus lainnya ke KPK.

Ditemui di lokasi sama, ANS pun membenarkan apa yang disampaikan pengacaranya, Kamal, terkait Herman Deru.

Peristiwa itu, papar ANS, terjadi saat ia masih bekerja di rumah Herman. ANS mengaku pernah berhubungan badan dengan Herman di rumah mantan majikannya, sekitar 2003.

Nahas, setelah hamil, ANS justru dipecat, dan harus angkat kaki dari rumah Herman. ANS juga mengaku telah mengadukan perbuatan Herman ke Mapolda Sumatera selatan pada 11 Maret 2013, dengan nomor laporan LP 165/III/2013/Sumsel.

"Saya kembali laporkan kasus ini kepada polisi. Sebelumnya kami juga sudah pernah melaporkan ke Mabes Polri," ungkap ANS.

"Kami pernah lapor ke Mabes Polri dan Komnas Perlindungan Anak sejak 2005. Namun, karena sampai kini tidak ada kejelasan, kami putuskan untuk laporkan lagi," sambung Kamal.

Kamal menambahkan, pihaknya hanya ingin mendapat pengakuan dari Herman Deru, bahwa AF adalah darah dagingnya.

"Ini tidak ada kaitannya dengan politik di daerah. Kami ingin status anak ini jelas secara yuridis. Jangan sampai dia tidak tahu asal usulnya. Lagipula, kami sudah laporkan dari 2003, tapi kan tidak ada respons terus," papar Kamal.

Untuk itu, lanjut Kamal, demi menjauhkan dugaan menjatuhkan citra Herman terkait pencalonannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan, Kamal menganjurkan agar polisi segera memerjelas status AF.

"Kami usulkan kepolisian segera melakukan tes DNA kepada keduanya (Herman dan AF) biar jelas statusnya. Kalau salah, selesai sudah, kalau benar ya dilanjut," tutur Kamal.

Sebelumnya, Herman Deru pernah membantah kasus itu, saat ditemui usai mengembalikan formulir calon Gubernur Sumsel, beberapa waktu lalu.

"Kasus tersebut hanya isu murahan. Laporan tersebut harus memiliki dasar hukum yang jelas. Menjelang Pilgub Gubernur Sumsel, diharapkan agar para kandidat menggunakan cara-cara positif dalam berpolitik," cetus Herman. (*)

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Yaspen Martinus
0 KOMENTAR
1662671 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas