• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Mesin Pesawat Sempat Bermasalah di Palu

Sabtu, 13 April 2013 21:08 WIB
Mesin Pesawat Sempat Bermasalah di Palu
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait (kiri) didampingi Coorporate Lawyer Lion Air, Haris Artur Hedar saat melakukan konferensi pers terkait kecelakaan pesawat Boeing 737-800 NG Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, di Kantor Pusat Lion Air, kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Lion Air belum bisa memastikan penyebab kecelakaan armadanya, pesawat Lion Air Boeing 737-800 - PK-LKS dan bernomor penerbangan JT 904, mengalami di perairan dekat Bandara Ngurah Rai, Bali, pada pukul 15.00 Wita. Mereka masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sofyan, adik sepupu dari salah seorang pramugari yang ikut dalam pesawat itu mengungkapkan, bahwa dirinya mendapatkan informasi bila pesawat nahas tersebut sempat mengalami permasalahan mesin di Palu.

"Saya mengobrol dengan dia jam 6 pagi tadi di Whatsapp. Dia bilang pesawat itu dari Palu lalu ke Balikpapan, ke Banjarmasi, lalu ke Bandung, baru ke Denpasar. Dia bilang, waktu di Palu, pesawat itu sempat dibawa ke afron jam setengah 6. Katanya ada masalah di mesin. Saya belum tahu, mesinnya rusak atau bagaimana," kata Sofyan saat berbincang dengan Tribunnews.com di kantor pusat Lion Air, Jakarta, Sabtu (13/4/2013) petang.

Saat dikonfirmasi, Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, membenarkan mengenai perjalanan armadanya itu berangkat dari Palu pada hari ini.

Namun, Edward belum bisa menjelaskan kebenaran informasi bahwa pesawat itu sempat mengalami permasalahan mesin saat berada di Palu.

"Saya enggak ada datanya soal itu. Tapi, itu pasti bagian yang akan diselediki oleh KNKT," kata Edward.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
0 KOMENTAR
1665552 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas