Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

BPK Harus Audit Investigasi Lelang Proyek UN

Senin, 15 April 2013 11:37 WIB

BPK Harus Audit Investigasi  Lelang Proyek UN
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Siswa kelas XII SMAN 1 Jakarta berdoa bersama di alula SMAN 1 Jakarta, Kamis (11/4/2013). Menjelang Ujian Nasional (UN), para siswa menggelar doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ujiannya. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

Tribunnews.com, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Dedy Gumelar menegaskan tertundanya jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada  jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi bukti kinerja kemeterian pendidikan dan kebudyaan tidak profesional.

Politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh tidak bisa sekedar bicara hanya soal teknis. Karena persoalan teknis itu bagian dari totalitas pekerjaan.

"Membuat kebijakan lebih mudah daripada melaksanakan keputusannya," sindir artis lawak yang kini menjadi parlemen, terkait penundaan jadwal UN, saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Lebih lanjut Pentolan Grup Lawak Bagito, Miing mendorong, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi terhadap proses lelang yang terjadi dengan pemenang "proyek" UN yang tidak profesional.

Untuk diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada  jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Penundaan ini terkait kendala teknis dalam pengepakan naskah soal di percetakan.

"BPK perlu diminta untuk audit investigasi dari proses lelang yang terjadi dengan pemenang yang tidak profesional," tegas Miing.

Lebih lanjut dia katakan, UN tahun ini adalah yang paling bermasalah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Karena harusnya setiap tahun lebih baik.

"Menteri harus bertanggung jawab. Dan saatnya Presiden mengevaluasi kinerja Menterinya. Semua dianggap mudah dan dianggap ringan," tegas dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, di Jakarta, menyebutkan ke-11 propinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN  tersebut adalah: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 

“Untuk provinsi lain tidak ada perubahan, dilaksanakan sesuai jadwal  semula, yakni Senin, 15 April”, tegas  Ibnu Hamad, di Jakarta,  Sabtu (13/4/2013), sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari situs Setkab.

Ibu Hamid menjelaskan, penundaan ini hanya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Adapun jadwal UN mata pelajaran lain akan berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. “Jadwal UN mata pelajaran lain berlangsung sesuai jadwal atau  tidak mengalami perubahan jadwal,” tegas Ibnu Hamad.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud itu meyakini, pergeseran jadwal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia  tidak akan mempengaruhi konsentrasi  siswa dalam  menghadapi UN. “Perubahan jadwal ini tidak akan berpengaruh terhadap siswa, sebab bagi siswa yang sudah mempersiapkan diri dengan baik, masalah waktu pelaksanaan tidak akan jadi kendala”, tuturnya.

Mengenai pendistribusian  naskah soal UN,  menurut Ibnu Hamid, berlangsung dengan baik, tanpa kendala berarti. Saat ini, naskah soal UN  sudah sampai di dinas pendidikan kabupaten/kota, dan selanjutnya didistribusikan ke rayon dan sekolah tempat penyelenggaraan UN.

Ibnu Hamad menghimbau agar siswa tetap berkonsentrasi dan mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi UN 2013, yang berlangsung pada tanggal 15 - 18 April untuk jenjang SMA/MA/SMALB dan Paket C dan tanggal 15 - 17 April untuk jenjang SMK. Sedangkan jenjang SMP/MTs/SMLB dan Paket B pada tanggal 22 - 25  April, dan jenjang SD/MI dan Paket A pada tanggal 6 - 8 Mei.

”Persiapkan diri dengan baik, pelajari dan  pahami kisi-kisi soal yang telah ditetapkan. Abaikan isu-isu tentang kebocoran soal dan kunci jawaban. Sebab dengan diterapkannya 20 variasi soal dan ditambah dengan pemakaian kode bar pada setiap naskah dan lembar jawaban UN, mustahil kebocoran soal akan terjadi,” imbau Ibnu Hamad. (Andri MALAU)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas