Calon Presiden 2014

Mahfud MD Siap Dicalonkan Jadi Presiden

-Mantan Ketua Makhmah Konstitusi (MK) Mahfud MD siap dicalonkan menjadi Persiden

Mahfud MD Siap Dicalonkan Jadi Presiden
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan sambutan dalam acara perpisahan Mahfud, di Aula Gedung MK, Jakarta, Senin (1/4/2013). Tepat pada tanggal 1 April ini masa jabatan Mahfud MD sebagai Hakim Konstitusi telah berakhir, dan digantikan oleh Arif Hidayat. Sementara pemilihan Ketua MK yang baru akan berlangsung pada Rabu 3 April mendatang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM   SLEMAN,-Mantan Ketua Makhmah Konstitusi (MK) Mahfud MD siap dicalonkan menjadi Persiden. Pernyatan tersebut disampaikan usai mengikut Welocome Back To Campus Prof DR Mahfud MD dan Seminar Kontribusi Prof Dr Moh Mahfud MD dalam teori dan praktek Ketatanegaraan di kampus terpadu UII Jalan Kaliurang pada Senin (15/4)/2013.

  "Saya hari ini menyatakan siap atas sikap saya di politik. Melihat hasil survei dan dukungan masyarakat saya menyatakan siap untuk bukan mencalonkan diri. Tetapi dicalonkan, baik oleh rakyat atau oleh parpol," kata dia.

 Namun untuk lewat mana dan akan ada koalisi. Dia masih enggan berkomentar. Alasanya, karena masih dalam analisis.

"Dari hasil survei di lansir di Jawa Timur, kembali memunculkan hasil saya, Jokowi, Prabowo dan Dahlan Iskan adalah favorit. Dengan posisi teratas adalah saya lihat saya 21,9 persen, Jokowi 12 persen, Prabowo 11 persen dan Dahlan Iskan sembilan persen," kata dia.

Menurut dia, dengan hal tersebut artinya aspirasi tersebut merupakan hal yang real. Sebab dia mengaku melihat hal tersebut sama dengan dilakukan dengan lembaga survei Indonesia dan lembaga survei Jakarta serta LP3ES.

 Namun disisi lain, dia mengaku punya filsafat. Bahwa jabatan tak harus diburu, karena malu jika mengejar jabatan  dan kerana oleh agama dilarang. Tetapi dia juga menilai jabatan tersebut tak boleh dipegang yang diragukan kelebihanya.

Mahfud mengaku untuk menjadi Presiden harus mawas diri. Dia menilai untuk menjadi Persiden harus pandai dan memiliki elektibilitas yang bagus.

"Tetapi untuk subtansi saya rutin  mendikusikan hal tersebut dengan rektor ini, saya punya  tujuh teman yang intens mendiskusikan. Salah satunya adalah rektor ini. Kemudian dari mereka, minta saya untuk terus berjuang. Namun saya terserah rakyat saja. Saya tak akan keluarkan biaya. Tetapi saya akan keluarkan ide. Kalau mau pilih-pilih. Kalau mau tidak, ya tidak, terserah rakyat," ujar dia.

Saat ini, dia sedang menghitung peluang. Menurut dia, analsisnya bukan pada pencalonanya karena sudah selesai. Tetapi pada persoalan jika bersedia maka akan dengan partai mana.

  "Jika nanti saya tak laku, saya tak persoalkan. Sebab ini negara demokrasi," kata dia.

Halaman
12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help