Selasa, 28 April 2015
Tribunnews.com

Risa Suseanty Sempat Minta Duduk Dekat Pintu Darurat Pesawat Lion Air

Senin, 15 April 2013 06:15 WIB

Risa Suseanty Sempat Minta Duduk Dekat Pintu Darurat Pesawat Lion Air
TRIBUNNEWS.COM / Domo D Ambarita
Risa Suseanty (33), atlet internasional cabang olahraga sepeda gunung (downhill), korban pesawat lion air yang gagal mendarat di bandara Ngurah Rai

TRIBUNNEWS.COMRisa Suseanty (33), bersama suaminya, Steven PMJ Wong, korban pesawat lion air yang gagal mendarat di bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4/2013) sore. Atlet internasional yang sudah lima kali mempersembahkan medali emas buat bangsa Indonesia pada SEA Games cabang olahraga sepeda gunung (downhill) itu mengalami luka lebam di pipi kiri. Sebelum terbang, dia telah memesan bangku dekat pitu darurat, namun ditolak. Mengapa?

"Dari awal, waktu boarding, saya sudah minta tempat duduk exit emergency. Tapi kata mbaknya, perempuan tidak boleh dekat pintu emergency, tapi kalau suami saya boleh. Lalu dikasih yang kursi dekat exit emergency," ujar Risa Suseanty kepada Tribunnews.com yang menemuinya di kafe salah satu pusat perbelanjaan di Kuta, Bali, Minggu (14/4/2013) sore.

Steven PMK Wong, suaminya, yang seorang pebalap sepeda internasional berkebangsaan Hongkong-Belgia, juga korban. Keduanya tidak mengalami luka serius. Risa mengalami luka memar dan gores pada pipi kanan karena terbentur sandaran tempat duduk yang di depannya saat kejadian. Bola matanya juga sakit. "Sempat buram. Kalau silau perih, keluar air mata," katanya. Ada pun Steven mengalami pegal pada lengan.

Saat terbang dari Bali menuju Kuta, Denpasar, Bali, Risa dan Steven, akhirnya duduk di kursi agak depan. Dia di kursi 12C, suaminya di kursi 12B, samping kirinya. Risa atlet berprestasi. Ia lima kali merebut medali emas cabang olahraga Cycling Downhill (sepeda gunung) pada SEA Games 1997, 1999,2001, 2009, 2011. Suaminya dikenal di arena lomba yang mirip, sepeda. Steven meraih Juara Asia 6 kali pada kejuaraan BMX.

Risa mengatakan dia memang suka duduk di tempat yang lapang, sekaligus menghindari tempat sempit di kabin, pesawat. "Apakah Risa sudah memiliki firasat buruk?" tanya Tribunnews.com. Wanita cantik kelahiran Bandung 25 Oktober 1980 ini menjawab, "Nggak juga sih. Cuma ribet aja sejak awal. Masa mencari taksi saja susah amat?"

Wanita yang berdomisili di daerah dingin, tepatnya Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini mengatakan, saat akan berangkat ke bandara Husein Sastranegara, Bandung, Selasa pagi, dia sempat mengalami kepanikan. Beberapa jam dia menelepon pool taksi, memesan agar dijemput ke Lembang untuk dibawa menuju Bandara, namun tidak kunjung datang. Dia menemponi beberapa pool taksi, semuanya penuh.

"Lalu saya dan suami memutuskan bawa mobil dari rumah. Kami sudah keluar, posisi sudah di pasar Lembang, tapi taksi bilang sudah on the way. Dan kami lihat memang ada taksi, jadi kami kembal lagi ke rumah," katanya.

Halaman12
Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Dodi Esvandi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas