• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Caleg Ikrar Janji di Gereja

Minggu, 21 April 2013 23:18 WIB
Caleg Ikrar Janji di Gereja
Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas Komisi Pemilu Umum sedang mengecek daftar bakal caleg sementara (DCS) yang juga menyerahkan berkas DCS Partai Demokrat di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013). Partai PKS, Partai Hanura, Golkar, dan demokrat udag menyerahkan DCS sementara sementara 8 partai politik peserta pemilu akan menyerahkan DCS pada hari terakhir hari selasa ini. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG--Bakal calon anggota legislatif (caleg)  beragama Katolik di Kabupaten Manggarai  yang akan berkompetisi dalam pemilihan umum legislatif (Pileg) tahun 2014,  mengikrarkan janji dalam perayaan misa inkulturasi di Gereja Katedral Ruteng, Sabtu  (20/4/2013) sore.  Ikrar itu menegaskan ketika telah terpilih, para caleg  bekerja jujur dan tekun mengutamakan   perjuangan kesejahteraan rakyat  daripada kepentingan pribadi dan golongannya.

Suasana perayaan misa inkulturasi pada minggu ketiga  April 2014  itu beda dari perayaan serupa pada bulan-bulan sebelumnya. Upacara tersebut dihadiri oleh  bakal caleg dari 12 parpol, diliput  salah satu stasiun televisi (TV) swasta nasional yang mengerahkan banyak awaknya.

Dengan memegang lilin yang menyala di tangan dipandu pastor konselebran utama Romo Dr. Marthin Cen, Pr, para  caleg itu mengucapkan ikrar kepada gereja, umat dan negara. Ikrar itu menegaskan komitmen mereka bersaing secara jujur  dan tidak mencederai satu sama lain untuk meraih suara dan simpati masyarakat.

Dalam misa inkulturasi itu, bakal caleg pria dan perempuan serta umat yang lain mengenakan kain sarung Manggarai. Para pastor  mengenakan jubah dilengkapi topi.  Seluruh tata perayaan misa dari awal sampai akhir menggunakan Bahasa Manggarai.
Romo Herman Ando, Pr, membawakan khotbah mengajak supaya bakal caleg menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan seperti Kristus dan BapaNya yang telah bersatu.

Romo Herman mengatakan, Kristus diharapkan BapaNya supaya komitmen kepada tugas perutusan, yakni menggembalakan umat dan domba-dombaNya. Seorang gembala mengerti kebutuhan domba-dombaNya, sebaliknya juga domba-dombaNya mengerti kebutuhan gembalaNya.

Dalam kaitan dengan pemilu legilastif tahun 2014 dan pemilihan langsung Gubernur NTT  putaran kedua  bulan Mei 2013, kata Romo Herman, bertujuan memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan rakyat. Bukan  mencari pangkat dan kekayaan, tetapi mempermudahkan perjuangan kepentingan dan hak-hak rakyat.

Politik, menurut Romo Herman yang membidangi Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Ruteng, bukan untuk mencari popularitas pribadi  dan mendahulukan kepentingan pribadi dan golongannya. "Kepentingan masyarakat dan bangsa yang harus diutamakan," tandas Romo Herman.

Romo Herman mengingatkan,  karya-karya, perbedaan  dalam pilihan politik harus dimaknai sebagai  kekayaan dan menghargai toleransi. "Perbedaan itu juga harus  kita wujudkan, bukan mempertentangkan, dan  untuk membangun Indonesia yang utuh, NTT yang maju dan Manggarai yang jaya. Marilah kita bersatu," imbau Romo Herman, yang membawakan khotbah dalam Bahasa Manggarai. *

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas