Menelisik Nama Calon Kapolri

Bursa calon Kapolri pengganti Jendral Polisi Timur Pradopo merupakan pertarungan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol)

Menelisik Nama Calon Kapolri
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Irjen Imam Sudjarwo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa calon Kapolri pengganti Jendral Polisi Timur Pradopo merupakan pertarungan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1981, 1992, 1983, dan 1984. Nama-nama jenderal bintang dua dan bintang tiga kepolisian saat ini sudah bisa terpetakan dengan melihat masa tugas.

Peluang bagi jendral bintang dua untuk menduduki kursi Kapolri tinggal menunggu pensiunnya Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Nanan Soekarna.

Pria asal Purwakarta Jawa Barat tersebut akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir Juli 2013. Bagaimana pun, seorang calon Kapolri yang akan disodorkan ke DPR RI minimal harus menyandang bintang tiga di pundaknya.

Jabatan yang diduduki jenderal polisi bintang tiga diantaranya Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) yang kini dijabat Komjen Pol Suparni Parto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) yang saat ini dijabat Komjen Pol Oegroseno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) yang kini dijabat Komjen Pol Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) yang kini dijabat Komjen Pol Budi Gunawan, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Imam Sudjarwo, dan Kepala Badan Narkotika Nasional yang saat ini dijabat Komjen Pol Anang Iskandar.

Sehingga bila Nanan Soekarna pensiun otomatis akan ada jabatan untuk posisi bintang tiga yang kosong. Itulah kesempatan bagi para jenderal bintang dua untuk menjadi Kapolri. Bila pergantian Kapolri dilakukan Agustus 2013 (seharusnya Januari 2014 pada saat Timur Pradopo Pensiun), maka di tataran pejabat Polri yang menyandang bintang tiga di pundaknya saat ini dari segi usia dan masa tugas maka hanya tiga jendral bintang tiga yang memiliki peluang besar.

Pertama, Komjen Pol Sutarman, pria kelahiran Sukopharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957 ini merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1981. Ia pernah menjadi ajudan presiden di era pemerintahan Abdurachman Wahid. Kemudian ia pernah menjabat Kapolda Kepulauan Riau, Jawa Barat, Metro Jaya, sampai akhirnya menjadi Kabareskrim  ada pertengahan tahun 2011.Bila dilakukan pergantian Kapolri pada Agustus 2013 maka Sutarman masih memiliki masa tugas dua tahun lebih.

Kedua, Komjen Pol Anang Iskandar. Pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958 aktif menjabat sebagai kepala BNN pada Desember 2012.

Dalam satu tahun di 2013, Anang menduduki dua kali posisi bintang dua dan  hanya berselang beberapa bulan langsung menduduki sebagai Kepala BNN yang notabene dijabat jendral polisi Bintang tiga. Setelah menjadi Kapolda Jambi, Anang diberi tugas menjadi Kepala Divisi Humas Polri dan mendapatkan bintang dua dalam jabatan tersebut, berselang kurang dari dua  bulan, Anang ditugaskan menjadi Gubernur Akademi Kepolisian Semarang menggantikan Djoko Susilo,
tidak lama kemudian ia dipercaya menjadi Kepala BNN menggantikan Gories Mere. Untuk menjadi Kapolri Anang mempunyai masa tugas sekitar tiga tahun.

Ketiga, Komjen Pol Budi Gunawan, pria jebolan Akpol tahun 1983 ini merupakan mantan ajudan presiden era pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Ia pun sempat menjadi Kapolda Jambi saat menjadi jendral polisi bintang satu, kemudian ia dipercaya menjadi Kepala Divisi Propam Polri, sampai akhirnya menjadi Kapolda Bali, dan kini menjabat sebagai Kalemdipol Polri. Dari sisi usia Budi Gunawan merupakan jendral bintang tiga termuda dibandingkan yang lainnya.

Halaman
123
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help