Minggu, 2 Agustus 2015
Tribunnews.com

Menelisik Nama Calon Kapolri

Minggu, 21 April 2013 18:34 WIB

Menelisik Nama Calon Kapolri
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Irjen Imam Sudjarwo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa calon Kapolri pengganti Jendral Polisi Timur Pradopo merupakan pertarungan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1981, 1992, 1983, dan 1984. Nama-nama jenderal bintang dua dan bintang tiga kepolisian saat ini sudah bisa terpetakan dengan melihat masa tugas.

Peluang bagi jendral bintang dua untuk menduduki kursi Kapolri tinggal menunggu pensiunnya Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Nanan Soekarna.

Pria asal Purwakarta Jawa Barat tersebut akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir Juli 2013. Bagaimana pun, seorang calon Kapolri yang akan disodorkan ke DPR RI minimal harus menyandang bintang tiga di pundaknya.

Jabatan yang diduduki jenderal polisi bintang tiga diantaranya Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) yang kini dijabat Komjen Pol Suparni Parto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) yang saat ini dijabat Komjen Pol Oegroseno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) yang kini dijabat Komjen Pol Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) yang kini dijabat Komjen Pol Budi Gunawan, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Imam Sudjarwo, dan Kepala Badan Narkotika Nasional yang saat ini dijabat Komjen Pol Anang Iskandar.

Sehingga bila Nanan Soekarna pensiun otomatis akan ada jabatan untuk posisi bintang tiga yang kosong. Itulah kesempatan bagi para jenderal bintang dua untuk menjadi Kapolri. Bila pergantian Kapolri dilakukan Agustus 2013 (seharusnya Januari 2014 pada saat Timur Pradopo Pensiun), maka di tataran pejabat Polri yang menyandang bintang tiga di pundaknya saat ini dari segi usia dan masa tugas maka hanya tiga jendral bintang tiga yang memiliki peluang besar.

Pertama, Komjen Pol Sutarman, pria kelahiran Sukopharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957 ini merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 1981. Ia pernah menjadi ajudan presiden di era pemerintahan Abdurachman Wahid. Kemudian ia pernah menjabat Kapolda Kepulauan Riau, Jawa Barat, Metro Jaya, sampai akhirnya menjadi Kabareskrim  ada pertengahan tahun 2011.Bila dilakukan pergantian Kapolri pada Agustus 2013 maka Sutarman masih memiliki masa tugas dua tahun lebih.

Halaman1234
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas