• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Calon Wakil Rakyat Butuh Rp 1 Miliar

Selasa, 23 April 2013 09:16 WIB
Calon Wakil Rakyat Butuh Rp 1 Miliar
NET
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Dalam sistem politik sekarang ini, memang tidak mudah dan murah ongkos politik yang dibutuhkan para caleg agar bisa lolos dan terpilih dalam pemilu legislatif 2014 mendatang.

Persaingan internal maupun eksternal partai serta masa kampanye yang jauh lebih panjang (1 tahun) dibandingkan pemilu 2009 yang hanya beberapa bulan (keputusan pemilihan langsung diambil menjelang pemilu), mau tidak mau, akan memaksa para caleg merogoh kocek lebih dalam lagi.

"Dalam sistem demokrasi pemilihan langsung, jujur harus dikatakan tidak ada caleg bisa terpilih denga hanya modal dengkul. Paling tidak selain modal ekonomi sesuai kemampuan masing-masing, untuk kebutuhan alat peraga dan operasional tim sukses, juga dibutuhkan sekurang-kurangnya modal sosial dan modal politik," ungkap politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, Selasa (23/4/2013).

Kerja-kerja politik dan kampanye, ujar Bambang, sangat diuntungkan jika caleg sudah terkenal atau memiliki nama. Seperti artis, kyai, tokoh masyarakat dan lainnya.

"Menurut saya untuk pemilihan langsung seperti sekarang ini, kalau para caleg benar-benar  serius, dibutuhkan paling sedikit Rp.1 miliar. Kecuali kalau hanya iseng-isend berhadiah," kata Bambang.

Perkiraan biaya yang  dikeluarkan para caleg untuk pemuli 2014 antara lain; akomodasi ke dapil (transportasi, penginapan dll). Paling tidak satu bulan dua kali sejak persaingan internal sebelum penyusunan DCS hingga Desember 2013. Januari-April (pemilu 2014) lebih intensif. Biasanya caleg sudah menetap sekurangnya tiga bulan sebelum pemilu.

Kedua, biaya kampanye, mengenai  logistik atau atribut (kaos, spanduk, kelender, umbul-umbul, baliho), iklan di media lokas, alat peraga berupa kartu suara, lomba kesenian, lomba olahraga dll.

"Ketiga, biaya bantuan sosial seperti perbaikan musolah, mesjid, gereja, jalan desa dll. Keempat, biaya pengumpulan massa pada putaran terakhir masa kampanye," tuturnya.

"Kelima, ini yg berat. Yaitu biaya saksi di setiap TPS yg biasanya berkisar Rp.50ribu hingga 100ribu per-orang. Bayangkan di setiap dapil biasanya ada 5000-10.000 TPS. Tinggal kalikan saja jumlah itu," pungkas Bambang Soesatyo.

Penulis: Rachmat Hidayat
1 KOMENTAR
1701731 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • olala kita-Selasa, 23 April 2013 Laporkan
    hayo...siapa yg bisa membantah fakta tsb,jngan hny menuding anggota Dewan Korupsi..ICW argumentasi dong pemaparan di atas
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas