• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

IKADIN Kubu Todung Dorong Organisai Advokat Jangan Tunggal

Selasa, 23 April 2013 18:01 WIB
IKADIN Kubu Todung Dorong Organisai Advokat Jangan Tunggal
Todung Mulya Lubis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) hingga saat ini terus dirudung kemelut antara kubu Otto Hasibuan dan kubu Todung Mulya Lubis. Kubu Todung kali ini angkat bicara setelah bertemu dengan para sesepuh advokat seperti Adnan Buyung Nasution, Maruli Simorangkir, Mohammad Assegaf, dan lainnya.

Kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2013) Todung Mulya Lubis mengungkapkan bahwa pihaknya melihat kalau dunia advokat Indonesia sedang dilanda kemelut dengan faham masing-masing, sehingga tidak ada ujung penyelesaiannya.

"Ini kan menimbulkan banyak korban, korbannya siapa? Korbannya adalah advokat-advokat yang tidak bisa beracara dibanyak tempat diseluruh Indonesia. Korbannya siapa lagi? Ada pencari keadilan yang tidak mendapat hak mendapatkan bantuan hukum yang harusnya bisa diberikan advokat itu, inilah bahaya monopoli organisasi advokat yang bisa membuat akses terhadap keadilan itu dibatasi, dikurangi karena mereka yang punya otoritas," kata Todung.

Tentu saja hal tersebut tidak bisa terus dibiarkan sehingga IKADIN kubu Todung Mulya Lubis mendukung DPR RI untuk segera mengesahkan undang-undang advokat baru yang memungkinkan bisa memacu lahirnya organisasi-organisasi advokat.

Hal tersebut akan menumbuhkan kompetisi antara satu organisasi advokat dengan yang organisasi advokat lainnya melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk.

"Kita menolak organisasi tunggal, kita ingin ada kemajemukan organisasi advokat, pluralitas organisasi advokat. Tentunya ditandai dengan adanya nanti satu pendidikan dan ditandai satu kode etik yang diatur bersama," ungkapnya.

Todung menuturkan kubunya mendorong organisasi advokat dari single bar ke multi bar.

"Biarkan lah ini berlalu secara alamiah, proses kompetisi itu biarlah berjalan secara alamiah, kalau suatu ketika itu nanti akan bersatu kembali, kita tidak akan menutup peluang itu. Tapi sekarang ini kita multi bar atau kemajemukan berorganisasi adalah jalan keluar yang paling adil dan paling sehat untuk seluruh organisasi advokat," katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas