• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Syaiful Jadi Tumbal Nazaruddin

Selasa, 23 April 2013 09:58 WIB
Syaiful Jadi Tumbal Nazaruddin
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan Bendahara DPP Partai Demokrat M Nazaruddin

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Pascaterbongkarnya terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, menginap di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, karena mendapat izin dari Rutan Cipinang, telah ‘memakan korban’.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin telah memberhentikan sementara Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Cipinang Jakarta, Syaiful Sahri, terhitung sejak 22 April 2013.

Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Rantam Sariwanto, mengatakan pemberhentian sementara ini dilakukan selama evaluasi dan penilaian menyeluruh terhadap dirujuknya Nazaruddin ke RS Abdi Waluyo tersebut.

“Yakni apakah sesuai aturan atau tidak. Hasil evaluasi sementara, Menteri Hukum dan HAM mengambil kebijakan penggantian Kepala Rutan Cipinang,” ujar Bambang, Senin (22/4).

Dia juga mengatakan, pemberhentian sementara ini merupakan bagian dari komitmen Kemenkumham dalam penanganan dan pemberantasan korupsi.

Menkumham, kata Bambang, berharap agar narapidana korupsi tidak menjadikan sakit sebagai alasan yang dibuat-buat untuk keluar dari rutan atau lembaga pemasyarakatan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keberatan dengan perawatan kesehatan Nazaruddin di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

Karena, peristiwa itu berbarengan dengan waktu perawatan kesehatan untuk terpidana kasus PLTS Neneng Sri Wah yuni yang merupakan istri Nazaruddin.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto mengatakan, status Nazarudin saat ini merupakan narapidana karena sudah memiliki vonis dan sudah dieksekusi.

Disamping itu, Nazaruddin juga tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) saham Garuda di KPK. Pemilik Permai Grup itu dirawat di kamar 203 dan memperoleh penjagaan petugas Lapas dan personel kepolisian.

Menurut Bambang, ternyata  pekan lalu, majelis hakim yang menangani perkara istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni membuat penetapan yang intinya Neneng disetujui berobat ke rumah sakit Abdi Waluyo setiap hari Selasa hingga Kamis untuk waktu yang tak terbatas.

“Atas penetapan itu, KPK keberatan dan tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) membuat surat perlawanan terhadap majelis yang intinya tidak setuju Neneng berobat ke RS AW,” ujar Bambang.

Berdasarkan keberatan tim jaksa KPK, lanjut Bambang, petugas Rutan tidak mengeluarkan Neneng untuk dirawat di rumah sakit Abdi Waluyo.

Bambang menduga ada maksud lain di balik sakitnya Nazarudin di Abdi Waluyo dan penetapan rujukan Neneng ke rumah sakit yang sama. “Apakah penetapan untuk rujukan Neneng ke AW dan adanya Nazarudin di AW suatu yang kebetulan,” tanya Bambang.

Seperti diberitakan, Nazaruddin berada di RS Abdi Waluyo sejak 11 April hingga 20 April. Hasil pemeriksaan dokter di Rutan Cipinang menunjukkan Nazaruddin mengidap sakit batu empedu.

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin pun sudah memerintahkan Nazaruddin kembali ke Rutan.

”Ini akan dievaluasi apakah sesuai aturan apa tidak.Jika ada kesalahan petugas yang lalai harus bertanggung jawab,” kata Amir.

Editor: Rachmat Hidayat
1 KOMENTAR
1701861 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • bagong-Selasa, 23 April 2013 Laporkan
    Mas mas ,..kalau tahanan itu sakit mbog ya diberikan dispensasi yang baik jangan malah dicurigai Kepala Lapasnya, hanya saja mereka tak tau prosedure ijin. mestinya yang kasih ijin itu siapa ? Namun kalau terpidana keburu mampooosssssssss lantas siapa yan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas