Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

Banjir dan Longsor Masih Mengancam Hingga Pertengahan Mei

Rabu, 24 April 2013 19:22 WIB

Banjir  dan Longsor  Masih Mengancam Hingga Pertengahan  Mei
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

TRIBUNNEWS.COM  JAKARTA - Adanya anomali suhu muka air laut yang menghangat di perairan Indonesia menyebabkan pasokan uap air melimpah sehingga curah hujan berintensitas tinggi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Hal ini menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB   Sutopo Purwo Nugroho  dalam  siaran persnya  Selasa  (24/4/2013)  menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung. BMKG menyatakan bahwa kondisi demikian dapat terjadi hingga pertengahan Mei mendatang.
 
Kata Sutopo  selama tahun 2013 ini, data sementara kejadian bencana terdapat 356 bencana. Dampak dari bencana 297 orang meninggal, 412.391 jiwa mengungsi, 27.762 rumah rusak dan ratusan fasilitas umum yang rusak.
 
Dari total kejadian tersebut, terjadi 128 puting beliung yang menimbulkan 91 orang meninggal. 1.667 mengungsi, dan 9.912 rumah rusak. Banjir terjadi 122 kejadian yang menimbulkan korban 93 orang meninggal 355.248 mengungsi, dan 17.920 rumah rusak. Sedangkan longsor terdapat 84 kejadian dengan 128 orang meninggal, 42.762 jiwa mengungsi, dan 685 rumah rusak. Kerugian ekonomi tentunya ratusan milyar.
 
Ancaman bencana hidrometerologi yaitu bencana terkait dengan cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung, gelombang pasang dan kekeringan akan makin meningkat. Perubahan iklim global telah nyata berpengaruh berubahnya watak hujan dan cuaca. Kerentanan di masyarakat juga makin meningkat. Jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana hidrometeorologi. Ada 124 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari longsor. Ada 61 juta jiwa penduduk hidup di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari banjir.
 
Bencana bukan hanya sebuah fenomena alam. Bencana tidak dapat direduksi ke sekedar soal alam itu sendiri, kesiapan teknologi, atau hal teknis lainnya. Bencana memiliki dampak sosial yang kompleks. Ketika sebuah bencana terjadi, tatanan sosial yang normal terganggu. Untuk itu penanggulangan bencana hendaknya menjadi prioritas pembangunan di semua sektor.
 

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas