• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

Kapolri Perintahkan Divpropam Investigasi Polisi di Polda Jabar

Jumat, 26 April 2013 17:30 WIB
Kapolri Perintahkan Divpropam Investigasi Polisi di Polda Jabar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah petugas kejaksaan dan dari partai politik mengawal mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji keluar dari rumahnya di Kompleks Dago Pakar Resort, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/4/2013). Susno dieksekusi setelah menjadi terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gagalnya proses eksekusi terhadap Komjen Pol (Purn) Susno Duadji yang dilakukan Kejaksaan berbuntut panjang. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Timur Pradopo memerintahkan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri melakukan investigasi ke Polda Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar membenarkan kabar diturunkannya tim Divpropam Polri tersebut.

"Memang benar Kapolri telah memerintahkan Kadiv Propam untuk melakukan langkah-langkah investigasi, apakah ada dugaan pelanggaran prosedur penangan dari kepolisian yang ada di sana? itu yang saat ini masih berjalan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013).

Hingga saat ini investigasi Divpropam Polri masih berjalan untuk meneliti proses eksekusi mulai dari penjemputan Susno sampai dibawa ke Mapolda Jawa Barat.

"Jadi kami mendapatkan informasi timnya masih berada disana," ujarnya.

Entah sampai kapan tim Divisi Propam Polri akan melakukan investigasi di Polda Jawa Barat. Hingga saat ini Propam belum menemukan kesimpulan awal apakah terjadi pelanggaran atau tidak dari anggota kepolisian yang bertugas mengamankan proses eksekusi mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

"Kita lihat situasi terhadap pemeriksaan yang ada di sana, karena di sana kan baru hadir kemarin, sampai saat ini kami dapat informasi masih ada di Polda Jabar. Tentunya lebih fokus ke maslah tindakkan kepolisian yang akan dilakukan audit terhadap proses yang berjalan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Rabu (24/4/2013) jaksa eksekutor mendatangi kediaman Susno Duadji di Perumahan Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat untuk melakukan eksekusi. Namun tim jaksa tidak mampu memboyong Susno ke Lembaga Pemasyarakatan karena Susno tidak mau dieksekusi.

Susno saat didatangi jaksa memilih untuk tetap berada dikamarnya sampai akhirnya tim kuasa hukumnya Fredrich Yuliadi beserta keluarga Susno datang kemudian disusul Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra.

Perdebatan antara kubu Susno dan jaksa pun terjadi sampai akhirnya Susno meminta bantuan pengamanan ke Polda Jawa Barat. Anggota Polda Jawa Barat pun datang di kediaman Susno dengan tujuan melakukan pengamanan karena di lokasi banyak sekali orang sehingga berpotensi terjadinya gangguan keamanan.

Namun sampai sore hari, tetap saja perdebatan antara kubu Susno dan Jaksa tidak menemukan titik terang. Sampai akhirnya baik kubus Susno maupun jaksa bersepakat meneruskan adu argumen di Mapolda Jawa Barat.

Ketegangan pun sempat terjadi, sampai akhirnya jaksa memutuskan untuk membatalkan eksekusi dan memilih menjadwal ulang waktu eksekusi. Pukul 00.30 WIB, Kamis (25/4/2013) rombongan jaksa pun meninggalkan Mapolda Jawa Barat tanpa membawa Susno. Kemudian Susno bersama tim kuasa hukumnya meninggalkan Mapolda Jabar.

Hingga saat ini, kejaksaan belum menentukan kapan akan melakukan eksekusi terhadap Susno. Tetapi Jaksa Agung Basrief Arief sudah bertemu dengan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo kemarin, Kamis (25/4/2013) untuk membahas evaluasi eksekusi yang terjadi di Bandung serta merencanakan proses eksekusi selanjutnya.

Dalam putusan perkara Nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012 tertanggal 22 November 2012, MA menguatkan putusan PN Jaksel dan PT DKI Jakarta, bahwa Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. PN Jaksel mengganjar Susno dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.

Susno dinyatakan terbukti menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kabareskrim Polri dalam penanganan kasus Arowana dengan menerima hadiah sebesar Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut. Ia dinyatakan terbukti memangkas Rp 4.208.898.749, dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008, untuk kepentingan pribadi.

Diketahui, Susno mulai ditahan Polri sejak 10 Mei 2010. Suami Herawati itu dikeluarkan demi hukum dari tahanan saat masih proses persidangan di PN Jaksel 18 Februari 2011, karena masa perpanjangan penahanannya sebagai terdawa berakhir. Artinya, dia sudah menjalani hukuman sekitar 9 bulan.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1716211 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas