Selasa, 26 Mei 2015
Tribunnews.com

Sebut Penundaan UN Musibah, Mendikbud Diprotes Anggota DPR

Jumat, 26 April 2013 18:30 WIB

Sebut Penundaan UN Musibah, Mendikbud Diprotes Anggota DPR
Warta Kota/Adhy Kelana
Menteri Negara Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh didampingi Guru SMALB Tunarungu Santi Rama, Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013) M Nuh berbincang dengan para siswa usai melihat Ujian Nasional (UN) di hari pertama. Para siswa SMALB itu mengaku dapat ngerjakan soal UN dengan baik. (Warta Kota/Adhy Kelana)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh menyebutkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMU yang tertunda merupakan musibah yang tidak diharapkan. Hal itu disampaikan M.Nuh dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X di Gedung DPR, Jumat (26/4/2013).

"Kami seluruh jajaran Kemendikbud memohon maaf atas satu musibah dan kecelakaan karena ada salah satu percetakan dari enam percetakan yang tidak bisa menyelesaikan apa yang di dalam kontrak sehingga 11 provinsi yang tidak bisa melakukan untuk serentak. Ini musibah luar biasa," ujar Nuh.

Nuh mengatakan musibah luar biasa karena tertundanya UN itu bukan saja mempengaruhi 11 provinsi saja namun wilayah lainnya.

"Kami meminta permohonan maaf, ini sangat menyedihkan. Kami sangat sedih dan menyesal ini sangat merugikan peserta didik. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya," kata Nuh.

Pernyataan Nuh ini kemudian mendapat kritik dari anggota dewan seperti Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Zulfadhli. Zulfadhli tidak setuju tertundanganya pelaksanaan UN di 11 provinsi disebut sebagai musibah.

"Saya tidak setuju kalau ini musibah atau kecelakaan. Kalau percetakannya itu terbakar itu baru musibah. Tapi kalau kisruh UN ini bukan musibah!" tukas Zulfadhli.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas