Jaringan Jalan Kereta Api Tak Beroperasi 2.122 Kilometer

Mereka memiliki jaringan jalan rel kereta api di Sumatera, Jawa, dan Madura sepanjang 6.482 kilometer

Jaringan Jalan Kereta Api Tak Beroperasi 2.122 Kilometer
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pekerja memperbaiki rel kereta api di dekat Stasiun Kampung Bandan Jakarta Utara, Rabu (23/1/2013). Jalur kereta api ini sempat terendam banjir hingga setinggi 30 cm yang mengakibatkan dihentikannya perjalanan kereta api. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia memiliki luas tanah keseluruhan 270 juta meter persegi. Mereka memiliki jaringan jalan rel kereta api di Sumatera, Jawa, dan Madura sepanjang 6.482 kilometer.

Dari jaringan jalan kereta api tersebut, jalan yang beroperasi sepanjang 4.360 kilometer dan tidak beroperasi 2.122 kilometer. Jalur tidak beroperasi di lintas Sumatera 512 kilometer, sedangkan lintas Jawa dan Madura sepanjang 1.060 kilometer.

Jaringan yang tidak beroperasi memerlihatkan kondisi yang memerihatinkan, spesifikasi sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, dan banyak yang dikuasai masyarakat.

Bahkan banyak stasiun yang beralih fungsi, seperti menjadi warung (stasiun Padang Sibusuk), pabrik bata pres (stasiun Muaro), Posyandu (stasiun Tanjung Ampalu), gudang (stasiun Tuban), kafe (stasiun Angkasa Demak), ataupun pertokoan (stasiun Kudus).

"Belanda pada waktu itu sudah membangun jalur perkeretaapian begitu besar. Kita sendiri sebagai bangsa yang merdeka belum bisa merawatnya dengan baik, sehingga sekarang lintas operasi kurang," ujar Barlian, Vice President Bidang Pengurusan Aset Non Operasi PT KAI, Selasa (30/4/2013), di Jakarta.

Untuk itu PT KAI membentuk organisasi yang khusus menangani lintas non operasi/produksi.

Organisasi tersebut bertugas mengamankan aset dan lintas non operasi, karena lintas tersebut tidak beroperasi, sehingga menimbulkan kerawanan tinggi, mengingat terdapat material jambatan, rel, peralatan persinyalan, dan yang paling penting adalah tanah stasiun yang dilakukan pematokan.

"Itu semua sudah terinventarisasi dengan baik. Tugas dari aset non produksi sudah diberitakan ke sembilan daerah operasi dan tiga divisi dengan adanya manajer," ujarnya.

Selain itu, persero memiliki program pemasangan papan nama aset kereta api dan meregister. Karena selama ini, persero melihat sudah tidak ada tanda-tanda bahwa itu aset PT KAI.

Persero menurunkan tim di daerah untuk melakukan patroli untuk melihat perkembangan yang ada di sana, apakah dimanfaatkan oleh pihak, aset dicuri, stasiun beralih fungsi, dan lainnya.
Terhadap upaya pengamanan itu, persero juga melakukan penyewaan dalam pemanfaatan lahan. Sehingga aset yang dikontrakan atau disewakan terdapat pengakuan.

Jika suatu saat persero mengaktifkan kembali, penyewa harus menyerahkannya.

"Dasar legalitas tanah kereta api belum sepenuhnya bersertifikat, kami masih memanfaatkan sertifikat jaman Belanda untuk pengakuan tanah-tanah kereta api," imbuhnya.

Tags
PT KAI
Penulis: Agustina Rasyida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved