Senin, 20 April 2015
Tribunnews.com

Kronologi Bentrok Berdarah Musi Rawas Utara

Selasa, 30 April 2013 13:18 WIB

Kronologi Bentrok Berdarah Musi Rawas Utara
Tribun Sumsel/Yohanes Tri Nugroho
Warga Kecamatan Muara Rupit melakukan aksi pemblokiran Jalan di Km 72, Selasa (30/4/2013). Ini merupakan buntut dari peristiwa penembakan warga yang menewaskan 4 orang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permohonan pemekaran wilayah Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan menyebabkan empat warga meninggal dunia. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Suhardi Alius menjelaskan unjuk rasa dimulai Senin (29/4/2013) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kemarin sekitar pukul 10.00 WIB pagi di sekitar Musi Rawas terjadi unjuk rasa kurang lebih 500 orang menuntut masalah pemekaran Musi Rawas Utara dengan membakar ban," kata Suhardi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2013).

Pada pukul 11.00 WIB, pengunjuk rasa menutup total jalan Lintas Sumatera di Musi Rawas. Kapolres pun mengimbau pengunjuk rasa agar tidak menutup jalan, tetapi imbauan tersebut tidak diindahkan dan massa tetap menutup jalan.

Setelah itu, pukul 16.00 WIB, Kapolres dengan Sarkowi selaku ketua presidium pemekaran kabupaten Musi Rawas Utara mendatangi pengunjuk rasa untuk meminta agar mengakhiri aksi menutup jalan Lintas Sumatera.

"Tapi tidak ada respon yang baik, mereka tetap tidak mau, meminta bertemu gubernur dan Mendagri bisa datang ke sana," ujarnya.

Setelah itu, sekitar pukul 16.10 WIB ada perintah dari R, Korlap aksi. Ia meminta pengunjuk rasa menyiapkan diri dengan senjata api jenis kecepek dan golok untuk mengatasi adanya pembubaran paksa oleh petugas kepolisian.

Halaman12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Ade Mayasanto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas