• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Setgab Bahas Rencana Kenaikan BBM

Rabu, 1 Mei 2013 12:50 WIB
Setgab Bahas Rencana Kenaikan BBM
TRIBUN TIMUR /SANOVRA JR
Sejumlah personil Yon 700 Raider/Kodam VII Wirabuana, melakukan pengamanan di stasiun pengisian bahan Bakar umum (SPBU) jalan Ap Pettrani, Makassar. Senin (29/4/2013). Menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pengamanan seluruh SPBU dan kantor Pertamina di Makassar diperketat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sekretariat Gabungan kembali mengadakan pertemuan semalam, Selasa (1/5/2013). Mereka membahas rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar mengungkapkan adanya pergantian sekretaris Setgab dari Syarief Hassan kepada Amir Syamsuddin. "Rapat dipimpin Amir Syamsuddin," kata Hasrul dalam keterangan pers, Rabu (1/5/2013).

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan Partai Demokrat Sutan Bathoegana; Golkar Setya Novanto dan Zainudin Amali; PPP Arwani Thomafi; PKB Marwan Jafar dan Yasin. Sementara PKS dan PAN absen dalam pertemuan tersebut.

Kesimpulan dalam pertemuan tersebut;

1. Seluruh peserta rapat memahami perlunya penyesuaian harga BBM, kepastian pemerintah dan bentuk kompensasi yang lebih bermartabat dan mendidik.

"PPP dan PKB tegas tetap menolak kompensasi dalam bentuk BLT. Sementara Golkar,  jika terpaksa BLT maka harus ada limitasi baik waktu maupun prosentase hasil penghematan untuk kompensasi itu," ujar Hasrul.

2. Kebijakan penyesuaian harga BBM sudah termaktub dalam UU APBN 2013, sudah diberikan mandat kepada pemerintah. "Jadi tidak perlu harus menunggu DPR," imbuhnya.

3. Demokrat, kompensasi dalam bentuk BLT nanti tidak dimonopoli oleh pemerintah.
4. Golkar, BBM naik ada efek kejut. "Berapa persen dari penghematan untuk mengatasi efek kejut itu," tukasnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1732681 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Nur Rismayanti-Kamis, 2 Mei 2013 Laporkan
    Pengawasan dalam peyaluran kompensasi BBM bersubsidi harus betul–betul menjadi perhatian pemerintah.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas