Kamis, 7 Mei 2015
Tribunnews.com

Menuntut Ilmu Dikelilingi Polusi Pabrik

Kamis, 2 Mei 2013 21:35 WIB

Menuntut Ilmu Dikelilingi Polusi Pabrik
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
MI Al-Istiqomah B, Jalan Kramayuda, Kampung Petukangan, RT 10/05, Rawaterate, Cakung, Jakarta Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki satu kilometer jalan dengan lebar satu setengah meter di antara pabrik pengolah besi, sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Istiqomah B berdiri.

Sekolah ini disesaki pabrik-pabrik gudang dan asap yang mengepul. Sebanyak 96 murid sekolah setingkat SD, menuntut ilmu setiap hari, dengan pemandangan asap polusi dari pabrik. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan keinginan mereka untuk belajar.

Sekolah yang terletak di atas tanah garapan Jalan Kramayuda, Kampung Petukangan, RT 10/05, Rawaterate, Cakung, Jakarta Timur, berbatasan dengan tembok berlapis setinggi lima meter milik PT Kramayuda, Wahana Steel, dan Master Steel yang mengelilinginya.

Markamah (46), pendiri sekaligus kepala sekolah yang berdiri sejak 1987 menuturkan, dulu belum ada anak di sekitar kawasan itu yang mengenyam pendidikan.

Ibu dua anak akhirnya mendirikan Sekolah Bhineka Pancasila, lantaran terbentur masalah  adminitrasi. Sejak 2002, sekolah tersebut bergabung dengan Yayasan Al-Istiqomah.

"Saya terketuk melihat anak kurang beruntung. Akhirnya, setelah dikirim ke sana ke mari, di mana setiap wilayah punya sekolah binaan sendiri, saya sampai di sini," tutur Markamah, saat ditemui Tribunnews.com di rumah yang bersampingan dengan madrasah miliknya, Kamis (2/5/2013).

Markamah menuturkan, MI tersebut memiliki empat ruang belajar, rata-rata tiap kelas diisi belasan hingga puluhan murid.

Halaman12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas