Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Istana: Proses Ganti Rugi Tanah Milik Baktir Sedang Diproses BPN

Sabtu, 4 Mei 2013 01:12 WIB

Istana: Proses Ganti Rugi Tanah Milik Baktir Sedang Diproses BPN
Logo BPN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Presiden angkat suara menanggapi mengenai kasus belum dibayarkannya ganti rugi atas tanah seluas 6.000 meter per segi di Jl A Yani Surabaya (kini berdiri Royal Plaza) yang dimiliki M Baktir.

Tanah itu diperoleh dari tukar guling empat rumahnya di Jl Jetis Agraria (kini kantor Badan Pertanahan Nasional, BPN Jawa Timur).

Tanah 6.000 meter persegi di Jl A Yani dikelola untuk dibangun hotel dengan bendera PT Internasional Beringin Hotel dengan mengambil kredit dari BNI 1946. Kredit itu kemudian berperkara. Di saat perkara berlangsung, BPN menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama pemilik baru, yaitu PT Seafer Hotel Internasional.

M Baktir melalui kuasa hukumnya, Amir Syamsuddin SH (kini Menkum dan HAM) menggugat BPN dan pihak-pihak terkait. Sampai di tingkat kasasi, Mahkamah Agung memenangkan M Baktir dalam putusan MA Nomor.2631.K/Pdt/1999 tanggal 15 September
2004. MA memerintahkan BPN bayar ganti rugi kepada M Baktir.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi, Heru Lelono menyatakan penggantian yang terjadi karena kasus hukum menjadi tanggungjawab Lembaga terkait. Yakini BPN dalam kasus ini.

"Jadi dalam hal ini menjadi tanggungjawab BPN," ungkap Staf Khusus Presiden ini Kamis (25/4/2013).

Lebih lanjut Heru katakan, pembayaran ganti rugi tanah miliki Baktir tengah diproses BPN.

Halaman1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas