• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

LPI: Caleg Ganda Perempuan Modus Penuhi 30 Persen Kuota

Minggu, 5 Mei 2013 12:22 WIB
LPI: Caleg Ganda Perempuan Modus Penuhi 30 Persen Kuota
Tribunnews.com/Herudin
Boni Hargens

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Daftar bakal calon legislatif tingkat DPR RI untuk bertarung dalam Pemilu Legislatif 2014 yang disodorkan 12 partai peserta pemilu memiliki banyak masalah.

Temuan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), setidaknya ada masalah antara lain kekurangan data kelengkapan caleg, kesalahan penulisan, caleg ganda, duplikasi untuk memenuhi ketentuan 30 persen.

"Parpol menggandakan nama caleg untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. Modus penggandaan nyata ini dilakukan sebab beberapa nama tidak memiliki syarat," ujar Direktur LPI Boni Hargens di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Modus penggandaan caleg perempuan temuan LPI dialami PBB. Ada nama Nur Yuniati dari Daerah Pemilihan Aceh I dan Jabar II, Sri Sumiati dapil Jawa Timur VII dan Jawa Tengah VIII, HJ Kasmawati Kasim dapil Sulra dan Kasmawati Kasim dapil Sulsel I.

"Berdasarkan tanda terima berkas pendaftaran caleg di KPU, Nur Yuniati SE, MM di dapil Aceh melengkapi 16 persyaratan administratif sesuai peraturan. Sementara di dapil Jabar II sama sekali tidak menyerahkan syarat administrasi," tukas Boni.

Boni menduga, nama Nur Yuniati di dapil Jabar II fiktif atau digandakan untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. Begitu juga Sri Sumiati dari dapil Jatim VII dan Jateng VIII yang tidak satupun menyerahkan syarat administrasi.

Masih kata Boni, diduga Sri Sumiati tidak melengkapi syarat administrasi karena memang belum menyerahkan, atau memang namanya dicatut atau dicomot saja. Bisa disebut, Sri Sumiati bukan kader.

Caleg ganda perempuan juga ditemukan di PKB. Nurhidayati ada di dapil Sumsel I dan Sumsel II. Eka Susanti dapil Jateng VI dan Sumut III, Hasniati dapil Riau II dan Kalimantan Barat, Luluk Hidayah dapil Kaltim dan DKI Jakarta III.

Euis Komala dapil Maluku dan Jabar III, Rien Zumaroh dapil Jateng IV dan Jatim V, Marda Hastuti dapil Bengkulu dan Jabar V, Karina Astri Rahmawati dapil Jabar IX dan Nusa Tenggara Barat.

Nurhidayati di dapil Sumsel I belum menyerahkan semua persyaratan administrasi. Dan di dapil Sumsel II, Nurhidayati juga tidak menyerahkan 17 dari total 32 syarat. Bisa jadi Nurhidayati di dapil Sumsel I nama fiktif untuk penuhi kuota perempuan.

Selain caleg ganda perempuan, LPI juga menemukan caleg ganda lintas partai. Mereka adalah Abdul Rahman Sappara dari NasDem di dapil Sulsel I dan Hanura dapil Sulsel I, Nuriyati Samatan dari Hanura dapil Sulteng, dan Gerindra dapil Sulteng.

Tabrani Syabiri dari PDI P dapil Jabar VII dan Gerindra dapil Banten II. Nurhayati dari PKB dapil Lampung II dan NasDem dapil Aceh I, dan PPP dapil Jabar VI, Lakchristina M Rantetana dari Gerindra dapil Jabar VI dan Christina M Rantetema dari Hanura dapil Jabar VI.

"Abdul Rahman Sappara di NasDem menyerahkan syarat administrasi beserta KTA ke KPU. Sementara di Hanura sama sekali tidak menyerahkan syarat termasuk KTA ke KPU," terang Boni.

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1747852 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas