Kamis, 28 Mei 2015
Tribunnews.com

PKS Nilai Perbudakan Tangerang Biadab

Minggu, 5 Mei 2013 09:17 WIB

PKS Nilai Perbudakan Tangerang Biadab
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PKS Indra menilai perilaku pengusaha pelaku perbudakan di Tangerang sunggu biadab. Pasalnya, pengusaha tersebut telah menyekap, menyiksa, mengitimidasi dan memperlakukan layaknya budak para pekerja yang trjadi di Pabrik Kuali, Sepatan Timur Kabupaten Tangerang.

"Tindakan hal ini jelas merupakan tindak pidana yang setidak-tidaknya melanggar Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan orang, Pasal 351 tentang penganiayaan, dan Pasal 336 tentang melakukan ancaman," kata Indra di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Selain itu, pengusaha tersebut patut diduga juga telah melakukan pelanggaran HAM seperti yang diatur dalam UU 39/1999 dan  tentunya UU No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, baik dalam aspek pidana ketenagakerjaan maupun pelanggaran administrasi ketegakerjaan.

Untuk itu, Anggota Komisi III itu meminta pengusaha beserta semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut harus dihukum seberat mungkin. Termasuk ditelusuri adanya kemungkinan oknum-oknum aparat dan perangkat pemerintahan yang membekingi perbudakan ini.

"Menurut saya tanpa beking,rasanya kasus ini harusnya sudah terungkap sejak jauh-jauh hari," ujarnya

Menurut Indra, kasus ini merupaka bukti nyata lalainya negara dalam memberikn perlindungan kepada para buruh. Apabila Kementrian ketenagakerjaan dan dinas tenagakerja tidak lalai dan menjalankan tugasnya secara baik, terutama dalam melakukan pengawasan ketenagakerjaan seperti yang diamanahkan UU No.13/2003, maka perbudakan seperti yang terjadi di Sepatan Timur Kabupaten Tangerang tidak akan terjadi.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas