• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

TNI Berbelasungkawa dan Santuni Keluarga Korban

Minggu, 5 Mei 2013 10:32 WIB
TNI Berbelasungkawa dan Santuni Keluarga Korban
Puspen TNI
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI selaku Direktur Latihan Gabungan (Dirlatgab) TNI 2013 Marsekal Madya TNI Boy Syahril Qamar melakukan peninjauan dan pengecekan secara langsung kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai ajang latihan pertempuran serta kesiapan daerah latihan dan fasilitas yang ada sebelum digunakan sebagai tempat Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013, di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir, Baluran, Karang Tekok, Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (29/4/2013). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyampaikan bela sungkawanya terhadap dua korban tewas yang terkena sisa bom latihan gabungan TNI 2013 di Puslatpur Marinir Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Sabtu (4/5/2013).

"Kami menyampaikan turut berbelasungkawa dan akan memberi santunan kepada keluarga korban," kata Kapuspen dalam keterangan pers TNI yang diterima Tribunnews.com, Minggu (5/5/2013).

Iskandar menuturkan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi latihan. Mengingat di sekitar daerah tersebut masih dinyatakan terlarang dan tidak diizinkan bagi warga untuk melakukan aktivitas apapun di areal tersebut.

"Sebenarnya pemberitahuan dan peringatan seperti ini sudah disampaikan kepada masyarakat sekitar jauh hari sebelum pelaksanaan latihan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga sipil tewas akibat sebuah bom meledak di dekat lokasi Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Sabtu (4/5) sekitar pukul 09.15 WIB. bom itu adalah sisa bom yang dipakai latihan gabungan yang digelar TNI, Jumat (3/5).

Dua korban tewas yakni Syukur (39) dan Untung (34), warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Syukur langsung tewas di lokasi Puslatpur. Adapun Untung tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Asembagus. Mereka mengalami luka di bagian leher dan kaki.
Selain korban tewas, empat orang lainnya luka. Mereka adalah Asyari (50), Yunus (40), Sunaryo (35), dan Didi (40). Keempatnya warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.

Ada dua versi keterangan berbeda yang menjelaskan kenapa warga bisa masuk lokasi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Karangtekok.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan warga masuk lokasi Puslatpur Karangtekok tanpa seizin TNI.

"Kemungkinan warga diam-diam memasuki area terlarang lewat jalan tikus. Warga mencari sisa-sisa selongsong peluru dan mortir yang terbuat dari kuningan untuk dijual," kata Iskandar dalam wawancara dengan salah satu televisi swasta.

Iskandar memastikan lokasi Puslatpur seluas sekitar 1 kilometer persegi sudah dijaga personel TNI. Di sana juga terpampang tulisan besar berisi larangan warga masuk lokasi. Beberapa hari sebelum latgab digelar, TNI juga melakukan sosialisasi ke warga sekitar.

"Namun kami tidak melakukan penjagaan pagar betis, sehingga dimungkinkan warga bisa masuk tanpa izin," kata Iskandar.

Sebaliknya korban selamat ledakan bom sisa latihan gabungan TNI di Puslatpur Karangtekok mengatakan, mereka diminta oleh TNI untuk membongkar bangunan dari seng alumunium yang dijadikan sasaran tembak dalam latgab.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1747682 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas