Jumat, 3 Juli 2015
Tribunnews.com

TNI Berbelasungkawa dan Santuni Keluarga Korban

Minggu, 5 Mei 2013 10:32 WIB

TNI Berbelasungkawa dan Santuni Keluarga Korban
Puspen TNI
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI selaku Direktur Latihan Gabungan (Dirlatgab) TNI 2013 Marsekal Madya TNI Boy Syahril Qamar melakukan peninjauan dan pengecekan secara langsung kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai ajang latihan pertempuran serta kesiapan daerah latihan dan fasilitas yang ada sebelum digunakan sebagai tempat Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013, di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir, Baluran, Karang Tekok, Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (29/4/2013). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyampaikan bela sungkawanya terhadap dua korban tewas yang terkena sisa bom latihan gabungan TNI 2013 di Puslatpur Marinir Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Sabtu (4/5/2013).

"Kami menyampaikan turut berbelasungkawa dan akan memberi santunan kepada keluarga korban," kata Kapuspen dalam keterangan pers TNI yang diterima Tribunnews.com, Minggu (5/5/2013).

Iskandar menuturkan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi latihan. Mengingat di sekitar daerah tersebut masih dinyatakan terlarang dan tidak diizinkan bagi warga untuk melakukan aktivitas apapun di areal tersebut.

"Sebenarnya pemberitahuan dan peringatan seperti ini sudah disampaikan kepada masyarakat sekitar jauh hari sebelum pelaksanaan latihan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga sipil tewas akibat sebuah bom meledak di dekat lokasi Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Sabtu (4/5) sekitar pukul 09.15 WIB. bom itu adalah sisa bom yang dipakai latihan gabungan yang digelar TNI, Jumat (3/5).

Dua korban tewas yakni Syukur (39) dan Untung (34), warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Syukur langsung tewas di lokasi Puslatpur. Adapun Untung tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Asembagus. Mereka mengalami luka di bagian leher dan kaki.
Selain korban tewas, empat orang lainnya luka. Mereka adalah Asyari (50), Yunus (40), Sunaryo (35), dan Didi (40). Keempatnya warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.

Halaman12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas