• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Perbudakan di Pabrik Kuali Seperti Zaman Romusha

Senin, 6 Mei 2013 08:59 WIB
Perbudakan di Pabrik Kuali Seperti Zaman Romusha
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai praktek perbudakan di pabrik kuali, Sepatan Timur Kabupaten Tangerang biadab.

"Iya tuh, biadab seperti kerja paksa  romusha zaman penjajahan Jepang saja," kata Basarah di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Basarah mengatakan kejadian tersebut sama saja dengan menginjak-injak harkat dan martabat bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Ia mengungkapkan tindakan pengusaha dan antek-anteknya yang melakukan kerja paksa dan penyiksaan terhadap pekerjanya tersebut sama dengan mengkhianati nilai-nilai kemerdekaan bangsa Indonesia yang sudah direbut sejak 68 tahun lalu.

Untuk itu, Basarah meminta aparat negara harus bertindak tegas dan memberikan sanksi pidana terhadap tindakan penyiksaan yang mereka lakukan.

"Propam Polri juga harus bertindak tegas terhadap oknum Polri yang diduga ikut memback-up pengusaha yang melakukan perbuatan keji tersebut," tuturnya.

Basarah juga meminta Menakertrans Muhaimin Iskandar memberikan perlindungan hukum dan jaminan kesehatan kepada para pekerja tersebut yang patut diduga mengalami gangguan kesehatan pisik dan psikis sebagai akibat disekap dan disiksa.

Seperti diberitakan sejumlah buruh di perusahaan pengolahan limbah menjadi aluminium balok dan kuali disiksa di pabriknya  di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

Sejumlah karyawan yang kabur dari sekapan melaporkan majikannya tersebut ke Kontras dan Komnas HAM. Kemudian Komnas HAM berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya hingga akhirnya Polresta Tangerang atas instruksi dari Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1750372 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas