Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

BNN Gelar Rakor Pemberantasan Narkoba

Selasa, 7 Mei 2013 10:44 WIB

BNN Gelar Rakor Pemberantasan Narkoba
Tribun Manado/Rizky Adriansyah
BNN 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar  Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Rapat koordinasi ini dibuka oleh sambutan dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Polisi Anang Iskandar. Menurut Anang, acara ini bertujuan sebagai sarana bertukar pikiran, baik di tingkat pusat atau daerah untuk memperoleh kesamaan dalam konteks P4GN, bagaimana merehabilitasi pengguna narkoba.

"BNN mempunyai kewajiban untuk terus mendorong masyarakat dalam rangka menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Untuk itu kita secara terus menerus mendorong masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan narkoba se-Indonesia melalui UU 35 2009 tentang narkoba," kata Anang.

Lebih lanjut Anang mengatakan, saat ini Indonesia masih minim tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Jika saat ini tempat rehabilitasi telah mencukupi, dia pun optimis Indonesia dapat terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

"Dari 4 juta pengguna narkoba sekitar 18 ribu dapat direhab, hal ini kurangnya tempat rehabilitas narkoba bagi penyalahgunaan narkoba. Bisa dibayangkan tempat rehabilitas mencukupi dan itu bisa dilakukan secara serempak," katanya.

Anang mengungkapkan, sebanyak 2,2 persen dari penduduk Indonesia adalah pengguna penyalahgunaan narkoba. Ini membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi negara transit tapi merupakan pasar narkoba.

Untuk itu BNN akan terus menggalang seluruh elemen masyarakat untuk terus menekan angka penyalahgunaan narkoba. Tak hanya itu BNN juga menggandeng Polri dan Bea Cukai untuk terus menekan dan berusaha memutus peredaran narkoba di Indonesia.

"BNN beserta, Polri dan Bea Cukai harus terus berkoordinasi dan pemutusan jaringan sindikat narkoba. Dengan adanya koordinasi tersebut Indonesia bisa terbebas dari narkoba dapat segera terwujud," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas