• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Tokoh ALA dan Abas Desak Terbitkan Perpu untuk Pemekaran di Aceh

Selasa, 7 Mei 2013 22:32 WIB

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Fikar W Eda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ---Tokoh teras Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS)  mendesak Pemerintah  menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang atau Perpu pemekaran Aceh. Situasi dan kondisi di Aceh mendesak dilakukannya pemekaran dalam tahun ini juga.

Desakan tersebut diutarakan delegasi tokoh ALA dan Abas dalam pertemuan dengan Deputi I Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Yudi Hermanto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

"Situasi dan kondisi Aceh saat ini memungkinkan percepatan pemekaran. Qanun Wali Nanggroe, Qanun Lambang dan Bendera menjadi alasan utama percepatan tersebut," kata Burhan Alpin, SH, Sekjen Komite Panitia Pemekaran Propinsi ALA (KP3-ALA).

Burhan mengatakan Pemerintah Pusat harus bersikap tegas terhadap tuntutan pemekaran. "Jangan sampai di ulur-ulur, kita mau ketegasan," tukas Burhan.

Tokoh pemekaran Abas, Tjut Agam mengibaratkan masyarakat ALA dan Abas seperti orang yang tertimpa pohon  dengan terbitnya Qanun WN dan Qanun Bendera.

"Kami masyarakat ALA dan Abas tidak setuju dan menolak qanun tersebut karena merugikan kami. Itu hanya menguntungkan sebahagian yang lain," kata Tjut Agam.

Menurutnya, untuk menghindari konflik lebih jauh antarwaga di Aceh, maka Pemerintah harus mengambil kebijakan memekarkan Aceh sesegra mungkin.

"Kita sudah usulkan pemekaran sejak 2003 dan Pemerintah telah memasukkan dalam perencanaan 2016-2020. Tapi kita sudah tak tahan lagi, pemekaran harus tahun ini. Caranya dengan Perpu," kata Tjut Agam, Kolonel purnawirawan TNI AD.

Delegasi ALA dan Abas yang hadir dalam pertemuan itu selain Burhan Alpin dan Tjut Agam, adalah Armen Desky, Tagore Abubakar, Adnan NS dan lain-lain.

Editor: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1758941 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas