Minggu, 19 April 2015
Tribunnews.com

Abu Roban Pentolan Teroris Itu Akhirnya Tewas

Rabu, 8 Mei 2013 22:07 WIB

Abu Roban Pentolan Teroris Itu Akhirnya Tewas
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Anggota Densus 88 mendekati rumah kontrakan yang berisi empat orang terduga teroris saat terjadi baku tembak di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, Rabu (8/5/2013). Baku tembak dan pengepungan yang terjadi dari pukul 11.00 hingga 17.15 WIB tersebut berakhir dengan 3 orang terduga teroris tewas dan 1 orang ditangkap. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Abu Roban alias Untung alias Bam terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Antitero Polri di Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan pentolan kelompok teroris yang melakukan perampokan di Tambora, Jakarta Barat. Roban meninggal setelah tertembak di bagian punggung, kaki dan pinggul.

Abu Roban terpaksa dilumpuhkan tim berlambang burung hantu tersebut karena melakukan perlawanan terhadap petugas yang akan menyergapnya. Abu Roban yang membawa senjata api pistol jenis FN tersebut menyerang petugas sampai akhirnya petugas menembaknya hingga tewas dengan beberapa luka di tembak di bagian tubuh.

"Keterlibatan tersangka ini merupakan pimpinan Khalakoh Ciledug, mereka termasuk dalam kelompok Abu Omar dan juga terlibat pendanaan teror yang ada di Poso," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2013).

Dari tangan Abu Roban, polisi mengamankan sepucuk pistol jenis FN dengan delapan pelurunya. "AR melakukan perlawanan sehingga ditembak dan meninggal dunia. Barang bukti yang ditemukan berupa satu buah pistol berikut delapan butir peluru," kata Agus.

Jelas Agus dalam menghadapi teroris, petugas memerlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Sebetulnya petugas ingin menangkap mereka hidup-hidup supaya bisa mengungkap jaringannya, tetapi mereka punya prinsip lebih baik mati terbunuh dan bertahan.

"Mereka mengeluarkan senjata, sehingga untuk menyerah mereka sangat kecil kemungkinan, akhirnya terjadi baku tembak dan mengenai pada bagian mematikan," ucap Agus.

Halaman12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas