• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Hapus Premanisme di Yogya, Kasus Cebongan Harus Dituntaskan

Rabu, 8 Mei 2013 12:08 WIB
Hapus Premanisme di Yogya, Kasus Cebongan Harus Dituntaskan
TRIBUN JAKARTA/MUHAMMAD ZULFIKAR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apa kabar kasus penyerangan ke LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang menewaskan 4 napi. Sudah 45 hari kasus yang melibatkan 11 anggota Kopassus itu belum ada tanda-tanda akan dibawa ke pengadilan militer.

Begitu juga kasus pembunuhan Sertu Santoso di Hugos Cafe tak kunjung dituntaskan Polda Yogyakarta. Padahal diduga 7 tersangkanya masih bebas berkeliaran.

Akibat pembiaran kasus Hugos Cafe ini aksi premanisme kembali marak di Yogya. Minggu 5 Mei 2013 misalnya, dua Anggota Yonif 403 Kentungan luka-luka dikeroyok di minimarket Jalan Seturan Sleman.

Sebelumnya, Kamis 2 Mei 2013 malam beberapa preman mengamuk di XT Square Jogja. Karena itu Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri segera merintahkan Kapolda Yogya melakukan operasi pemberantasan preman dan menindak pejabat polisi yang membekingi para preman.

"Sikap pejabat-pejabat kepolisian ini membuat para preman di Yogya menjadi besar kepala dan bersikap semaunya. Mereka bertindak sebagai penguasa wilayah-wilayah strategis di kota wisata tersebut. Sehingga para preman dengan inisial Hrn, Du, BT, Drh, Tr, G, MB, ZA, YF, SM, EBP, ATS, He, M, dan Im menjadi orang-orang yang ditakuti di Yogya," kata Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane dalam rilis yang diterima Tribunnews, Rabu(8/5/2013).

Munculnya aksi sadis para preman di Yogya bermula sejak tahun 2000. Saat itu kelompok Dic mengeroyok dan membunuh Mesak Ronsumbre asal Biak di Balapan Klitren. Sejak itu aksi sadis para preman terus terjadi.

Bahkan para preman itu tak segan-segan mengeroyok dan membantai anggota TNI, seperti Sertu Santoso dan Sertu Sriyono. Sebaliknya tidak ada satu pun polisi yang dikeroyok preman.

"Bahaya premanisme di Yogya sudah mencemaskan. Jika tidak segera diatasi konflik akan terjadi dan bukan mustahil anggota TNI yang turun langsung memburu para preman. Dan untuk menuntaskan kasus Cebongan, kasus Hugos Cafe harus dituntaskan lebih dulu. Sebab itu IPW berharap, Tim Investigasi TNI segera turun menelusuri kasus Hugos Cafe karena diduga ada oknum aparat yang terlibat dan hingga kini belum diusut,"ujarnya.

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1760881 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas