Tujuh Orang Sindikat Pengedar Sabu Bali-Surabaya-NTB Dibekuk

Tujuh orang kawanan sindikat pengedar narkotika jenis sabu ke Bali, Surabaya dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibekuk

Tujuh Orang Sindikat Pengedar Sabu Bali-Surabaya-NTB Dibekuk
Budi Sam Law Malau/Warta Kota
Para tersangka sindikat pengedar sabu wilayah Bali, Surabaya, NTB saat dihadirkan di BNN, Rabu (8/5/2013) 

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tujuh orang kawanan sindikat pengedar narkotika jenis sabu ke Bali, Surabaya dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ke tujuh orang anggota jaringan ini dibekuk di tempat berbeda di wilayah Surabaya dan Mojokerto di Jawa Timur pada 18 April 2013, 19 April 2013 dan 21 April 2013 lalu.

Mereka adalah Sodikin alias Durek (41), Lili (35), Raib Ramel (27), Yus Winarno (38), Wawan Purdianto alias Cebol (31), Cak Sud (44), dan Zulkarnaen (29). Sodikin alias Durek dan Lili adalah pasangan suami istri yang diketahui sebagai pengendali jaringan ini. Lili merupakan pengatur keuangan operasional dan penjualan sabu.

Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Sumirat Dwiyanto, dalam pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Kantor BNN di Jalan MT Haryono, Cawang, Rabu (8/5/2013), mengatakan narkotika jenis sabu yang diedarkan jaringan ini berasal dari Malaysia.

Dari tangan ke tujuh orang tersangka, kata Sumirat, didapat total barang bukti sabu seberat 6585,8 gram atau sekitar 6,5 Kg lebih. Ini berarti jika dirupiahkan sabu kawanan ini senilai sekitar Rp 7,5 miliar.

Sumirat menuturkan, terungkapnya sindikat ini terkait pengungkapan kasus sindikat lainnya yang dibonglar BNN pada pertengahan tahun 2012 lalu.

Menurut Sumirat pengungkapan kawanan ini berawal dari informasi intelijen yang menyebutkan adanya pengiriman sabu dari Malaysia ke Jambi, pada 15 April 2013, seberat sekitar 3.500 gram.

Dari Jambi, sabu dibawa ke Jakarta dengan menggunakan jalan darat. Sampai di Jakarta, sabu sempat berpindah tangan dua kali sampai akhirnya diterima Raib Ramel, kaki tangan jaringan ini.

"Yang bersangkutan kemudian membawa sabu tersebut ke Surabaya dengan menggunakan kereta api dari Gambir pada 16 April 2013 dengan tujuan Pasar Turi, Surabaya," kata Sumirat.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
Tags
sabu
BNN
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help