• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Tujuh Orang Sindikat Pengedar Sabu Bali-Surabaya-NTB Dibekuk

Rabu, 8 Mei 2013 19:39 WIB
Tujuh Orang Sindikat Pengedar Sabu Bali-Surabaya-NTB Dibekuk
Budi Sam Law Malau/Warta Kota
Para tersangka sindikat pengedar sabu wilayah Bali, Surabaya, NTB saat dihadirkan di BNN, Rabu (8/5/2013) 

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tujuh orang kawanan sindikat pengedar narkotika jenis sabu ke Bali, Surabaya dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ke tujuh orang anggota jaringan ini dibekuk di tempat berbeda di wilayah Surabaya dan Mojokerto di Jawa Timur pada 18 April 2013, 19 April 2013 dan 21 April 2013 lalu.

Mereka adalah Sodikin alias Durek (41), Lili (35), Raib Ramel (27), Yus Winarno (38), Wawan Purdianto alias Cebol (31), Cak Sud (44), dan Zulkarnaen (29). Sodikin alias Durek dan Lili adalah pasangan suami istri yang diketahui sebagai pengendali jaringan ini. Lili merupakan pengatur keuangan operasional dan penjualan sabu.

Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Sumirat Dwiyanto, dalam pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Kantor BNN di Jalan MT Haryono, Cawang, Rabu (8/5/2013), mengatakan narkotika jenis sabu yang diedarkan jaringan ini berasal dari Malaysia.

Dari tangan ke tujuh orang tersangka, kata Sumirat, didapat total barang bukti sabu seberat 6585,8 gram atau sekitar 6,5 Kg lebih. Ini berarti jika dirupiahkan sabu kawanan ini senilai sekitar Rp 7,5 miliar.

Sumirat menuturkan, terungkapnya sindikat ini terkait pengungkapan kasus sindikat lainnya yang dibonglar BNN pada pertengahan tahun 2012 lalu.

Menurut Sumirat pengungkapan kawanan ini berawal dari informasi intelijen yang menyebutkan adanya pengiriman sabu dari Malaysia ke Jambi, pada 15 April 2013, seberat sekitar 3.500 gram.

Dari Jambi, sabu dibawa ke Jakarta dengan menggunakan jalan darat. Sampai di Jakarta, sabu sempat berpindah tangan dua kali sampai akhirnya diterima Raib Ramel, kaki tangan jaringan ini.

"Yang bersangkutan kemudian membawa sabu tersebut ke Surabaya dengan menggunakan kereta api dari Gambir pada 16 April 2013 dengan tujuan Pasar Turi, Surabaya," kata Sumirat.

Setibanya Ramel di Surabaya, kata Sumirat, pada keesokan harinya atau 17 April 2013, Ramel menuju ke sebuah rumah di Jalan Bungur Asih Barat, Bungur Asih, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ia menyerahkan sabu yang dibawanya kepada Yus Winarno (38). Petugas kemudian menangkap Yus Winarno di sana dan menggeledah rumahnya. Namun saat itu, Ramel lolos.

"Dari tangan tersangka, petugas menyita 4913,2 gram sabu," kata Sumirat.

Dari keterangan Yus Winarno, petugas berhasil membekuk Wawan Purdianto alias Cebol (31), anggota jaringan mereka di rumahnya yang tak jauh dari rumah Yus Winarno. Di rumah Wawan, petugas menyita 192,3 gram sabu.

Sementara, petugas BNN lainnya mengikuti jejak Ramel dan berhasil menangkap Ramel di Surabaya, setelah Ramel membeli tiket kereta api untuk kembali ke Jakarta.

Dari keterangan Yus, Wawan dan Ramel, petugas mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap Pramono Widiarso alias Cak Sud (44) di rumahnya di Jalan Ketapang, Sidoarjo, Jawa Timur pada 18 April 2013.

Dalam penggeledahan di rumah Pramono, petugas menyita sabu seberat 1.140,3 gram. Sabu disimpan Pramono dengan ditanam di dalam tanah di belakang rumahnya. Dari pengakuan Pramono, kata Sumirat, sabu itu adalah milik Zulkarnaen (29) yang berdomisili di Bali.

"Sabu yang ini gagal edar karena mutunya rendah," kata Sumirat.

Karenanya Zulkarnaen menitipkan sabu itu kepada Pramono. Rencananya sabu bermutu rendah itu akan dicampur dengan sabu kualitas yang bagus yang berasal dari Malaysia.
Dari penangkapan 4 tersangka itu, kata Sumirat, petugas kemudian mengembangkan kasus ke Bali dan menangkap Zulkarnaen di Bali, pada 19 April 2013. Dari tangan Zulkarnaen didapat barang bukti sabu sebanyak 340 gram.

Sumirat menjelaskan dari lima tersangka ini, mereka mengaku dikendalikan oleh Sodikin alias Durek dan istrinya Lili, yang tinggal di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Pada 21 April 2013, pasangan suami istri Sodikin dan Lili dibekuk petugas BNN di rumahnya di Mojokerto.

"Pasutri ini adalah pengendali sindikat ini," kata Sumirat.

Dari pengakuan mereka, kata Sumirat, kawanan ini baru dua kali mengedarkan sabu ke wilayah Bali, Surabaya dan NTB. "Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami duga kawanan ini sudah beroperasi cukup lama," kata Sumirat.

Sumirat mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. BNN, katanya, akan berusaha menangkap penyuplai sabu kawanan ini yang berasal dari Malaysia dengan bekerjasama dengan interpol Internasional.

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1763491 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas