• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Aset yang Dipisahkan Bisa Lemahkan Perlindungan Kekayaan Negara

Kamis, 9 Mei 2013 11:55 WIB
Aset yang Dipisahkan Bisa Lemahkan Perlindungan Kekayaan Negara
net

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Agung Republik Indonesia, Surya Jaya mengatakan terjadinya silang pendapat mengenai pengertian keuangan atau kekayaan negara yang dipisahkan akan menjadi salah satu simpul titik lemah perlindungan terhadap harta kekayaan atau aset negara.

"Sebab dapat menjadi celah hukum yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai konsekuensi hukum terhadap kekayaan negara yang dipisahkan tersebut, termasuk risiko kehilangan kekayaan negara," kata Surya Jaya dalam 'Seminar Peranan Penegak Hukum dan Institusi Terkait Dalam Perlindungan dan Pengembalian Aset-aset Negara yang Dikuasai Pihak Lain Secara Melawan Hukum' di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/5/2013).

Surya Jaya menjelaskan, tafsir berbeda mengenai keuangan atau kekayaan negara yang dipisahkan disebabkan karena tidaksingkronan Undang-undang dalam memberikan pengertian kekayaan negara yang ditempatkan di perusahaan.

"Dengan kata lain, apakah keuangan atau kekayaan negara yang dipisahkan tersebut telah mengalami transformasi dari keuangan negara menjadi keuangan privat atau perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Surya Jaya mengatakan, pengertian sempit terhadap ruang lingkup kekayaan negara yang dipisahkan akan berdampak buruk bagi penyelamatan atau perlindungan aset negara.
Pengertian tersendiri berkaitan dengan kekayaan atau aset negara yang dipisahkan, yang tidak sinkron dapat menimbulkan tafsir yang berbeda atau multitafsir.

"Sehingga menyebabkan kekayaan atau aset negara yang dipisahkan diartikan bukan lagi termasuk kekayaan atau aset negara melainkan kekayaan atau aset perusahaan sehingga status kekayaan negara yang dipisahkan tersebut menjadi milik swasta atau perusahaan," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Willy Widianto
0 KOMENTAR
1765452 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas