• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

Kisah Sefti Sanustika Bertemu Ahmad Fathanah

Kamis, 9 Mei 2013 23:29 WIB
Kisah Sefti Sanustika Bertemu Ahmad Fathanah
TRIBUN JAKARTA/BAHRI KURNIAWAN
Sefti Sanustika, istri Ahmad Fathanah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sefti Sanustika, menceritakan awal dirinya bertemu Ahmad Fathanah, pria yang kemudian menikahinya dan menjadi suaminya.

Sefti menuturkan, awal pertemuan terjadi sekitar Juni 2011 silam. Saat itu, ia mengaku dikenalkan oleh seorang temannya yang mengenal Fathanah. Ia bertemu pertama kali di luar Jakarta, dan dari situ mereka menjadi akrab.

Mengenai pertemuan pertamanya dengan Fathanah, Sefti menyatakan bahwa jodoh diatur Tuhan. Karena, dari perkenalan tersebut, tak disangka mereka kemudian menjadi semakin dekat dan akrab.

"Awalnya dikenalin sama teman, dia kenal sama bapak. Setelah kenalan, kami terus intens berhubungan. Ya, mungkin karena jodoh. Mungkin memang digariskan berjodoh," tuturnya kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Kamis (9/5/2013) malam.

Saat perkenalan pertama, kepada Sefti, Fathanah mengaku sebagai seorang pengusaha yang memiliki beberapa jenis usaha. Tanpa menyebut jenis usaha yang disebutkan Fathanah, Sefti mengaku hingga kini tidak terlalu mengurusi pekerjaan suaminya.

Namun, sepengetahuan dia, suaminya bukanlah seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti yang sempat santer diberitakan.

Setelah berkenalan dan semakin dekat, keduanya kemudian memutuskan menikah. Fathanah dan Sefti resmi menjadi suami istri pada Desember 2011.

Saat ditanya rayuan apa yang diberikan Fathanah saat mendekatinya, hingga dirinya luluh, sambil tertawa Sefti mengatakan bahwa Fathanah tidak memberikan rayuan apa-apa. Tapi, bagi Sefti, suaminya memang seorang yang lembut, perhatian, dan penyayang.

"Bapak enggak ngerayu, biasa-biasa aja kenalan, akhirnya jadi kenal baik dan menikah," ungkapnya.

Sefti enggan berkomentar soal barang-barang berharga miliknya yang mungkin pernah diberikan suaminya, dan saat ini dipermasalahkan KPK.

Sekarang, saat pemberitaan mengenai suaminya semakin gencar, ia mengaku hanya bisa pasrah dan bersabar. Sefti hanya ingin fokus merawat Ameera Naura Fathanah, putrinya yang lahir pada 22 Maret 2013.

Ia berharap, dengan adanya kasus ini, suaminya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia juga mengaku senantiasa mendoakan suaminya, agar diberi kesabaran dan kelancaran dalam menjalani proses hukumnya.

Sebagai istri, Sefti juga berharap suaminya bisa segera bebas dan kembali berkumpul bersama dirinya dan putri mereka, yang baru berusia kurang dari dua bulan.

"Saya sedih lah tanpa suami. Hanya bisa pasrah dan berdoa, bapak juga suruh saya banyak berdoa," ucapnya. (*)

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1767561 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas