• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hari Ini Ketua Dewan Syuro PKS Diperiksa sebagai Saksi

Jumat, 10 Mei 2013 07:11 WIB
Hari Ini Ketua Dewan Syuro PKS Diperiksa sebagai Saksi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Anis Matta berbincang dengan Ketua Dewan Syuro, KH Hilmi Aminuddin (kanan)

Tribunnews.com, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, Jumat (10/5/2013). Dia diminta keterangan sebagai saksi untuk perkara yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka kasus dugaan korupsi penambahan kuota impor daging sapi.

"Diperiksa untuk kasus TPK (tindak pidana korupsi) kuota impor daging sapi LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi melalui pesan singkat, Kamis (9/5/2013) malam. Surat pemanggilan untuk Hilmi diantarkan penyidik KPK ke kantor DPP PKS, Selasa (7/5/2013) bersamaan dengan upaya penyidik KPK menyita lima mobil di DPP PKS.

KPK memeriksa Hilmi karena dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi. Johan memastikan pemeriksaan Hilmi tidak berkaitan dengan gagalnya upaya penyidik KPK menyita lima mobil dari kantor DPP PKS. "Tidak ada hubungannya karena memang disampaikan tadi, kami memang berencana, kebetulan juga dikirimkan surat-suratnya untuk periksa Hilmi," katanya.

KPK gagal menyita lima mobil yang diduga berkaitan dengan Luthfi dari kantor DPP PKS, Selasa dan Rabu lalu. Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah, Luthfi diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait upaya menambah jatah kuota impor daging sapi perusahaan tersebut.

Nilai komitmen fee yang dijanjikan ke Luthfi mencapai Rp 40 miliar. Dari Rp 40 miliar tersebut, baru Rp 1,3 miliar yang terealisasi. Terkait penyidikan kasus ini, KPK pernah memeriksa anak Hilmi yang bernama Ridwan Hakim. Ridwan beberapa kali diperiksa KPK setelah sempat terbang ke Turki sehari sebelum dicegah bepergian ke luar negeri.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
0 KOMENTAR
1768062 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas