• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Peran Empat Warga Lampung dalam Perampokan Bank BRI Pringsewu

Jumat, 10 Mei 2013 19:53 WIB
Peran Empat Warga Lampung dalam Perampokan Bank BRI Pringsewu
/TRIBUNLAMPUNG/PERDIANSYAH
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melanjutkan pengejaran terduga teroris di Lampung, dua rumah kontrakan di Tanjung Seneng, Bandar Lampung, digerebek, Jumat (10/5/2013) pukul 14.30 WIB.Tujuh anggota Densus 88 bersenjata laras panjang dengan didampingi aparat Kepolisian Resor Bandar Lampung, menggerebek rumah kontrakan di Gang Damai dan Jalan Pulau Sari Perumahan Way Kandis Bandar Lampung, menurut pantauan dari lokasi penggerebekan tim Densus mengamankan satu buah kardus. (TRIBUNLAMPUNG/PERDIANSYAH) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat terduga teroris yang berhasil dibekuk tim Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Lampung diketahui ikut membantu proses prampokan Bank BRI Unit Bulukarto, Pekon Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (22/4/2013).

Keempat orang yang diciduk tim berlambang burung hantu di Lampung Selatan tersebut merupakan hasil pengembangan dari kelompok teroris Abu Roban yang terungkap bahwa kelompok tersebut pernah melakukan perampokan di sejumlah bank diantaranya Bank BRI Pringsewu, Bank BRI Batang, Bank BRI Grobokan, Bank BRI Bandung, dan Kantor Pos dan Giro Bandung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan penangkapan di Lampung terkait Abu Roban cs. Penangkapan dilakukan selama dua hari mulai dari Kamis (9/5/2013) malam sampai Jumat (10/5/2013) pagi.

Ada pun yang ditangkap diantaranya Solihin alias Abdul Latif alias Dino alias Wawan. Pria kelahiran Tataan, 13 Oktober 1972 tersebut berprofesi sebagai tukang sablon baju sekolah. "Pada saat kejadian, pelaku bertugas mensurvei tempat dan mengambil brankas. Ia mendapatkan bagian Rp 5 juta dari hasil perampokan tersebut," kata Boy lewat pesan singkatnya, Jumat (10/5/2013).

Hasil penggeledahan di rumah kontrakan Solihin alias Dino di Wai Kandis ditemukan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan untuk perampokan seperti baju kemeja lengan panjang sebanyak tiga helai, pisau lipat satu buah, penutup wajah, sarung tangan dua pasang, dan plastik pengikat tangan korban.

Kemudian pelaku lainnya bernama Muhammad Ali alias Andika alias Dika alias Dwi Putra Mahardika. Pria kelahiran Pringsewu 7 Juli 1993 bekerja sebagai wiraswasta.

"Pada saat perampokan, ia bertugas sebagai pengikat costumer service, dengan mengancam menggunakan pisau. Dari hasil perampokan ia mendapat bagian Rp 5 juta," katanya.

Kemudian di Desa Sukaharjo, Pringsewu, Lampung sekitar pukul 05.30 WIB petugas mengamankan Dedy Rofaizal alias Faisal alias Jaka. Ia berprofesi sebagai guru disebuah sekolah di Lampung Tengah. Dari hasil perampokan ia mendapat bagian Rp 15 juta.

"Ia berperan sebagai penyedia sarana dan prasarana seperti motor dan safe house," ucapnya.

Kemudian pelaku terakhir bernama Abu Nabila alias Bang Yos, pria berumur 48 tahun tersebut berprofesi sebagai penjual bakso kuah keliling. "Ia bertugas sebagai pemantau di depan Polsek , kalau ada polisi yang akan mengetahui aksi. Ia mendapat bagian Rp 10 juta dari hasil perampokan," kata Boy.

Bank BRI Unit Bulukarto, Pekon Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu disatroni kawanan bersenjata, Senin (22/4/2013) pukul 16.30 WIB. Tidak ada korban jiwa, tetapi uang tunai senilai Rp 466,7 juta raib.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas