Minggu, 3 Mei 2015
Tribunnews.com

Perempuan-perempuan Fathanah Bisa Dijerat UU TPPU

Sabtu, 11 Mei 2013 12:38 WIB

Perempuan-perempuan Fathanah Bisa Dijerat UU TPPU
tribunnews/popular/net/tribunnews
Ilustrasi Foto (kiri-kana), artis Ayu Azhari, model Vitalia Shesya, Sefti Sanustika dan Tri Kurnia Puspita, serta mahasiswa Maharany Suciyono, merupakan wanita yang dekat dengan Achmad Fathanah. (tribunnews/popular/net) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan hakim Asep Iwan Iriawan mengatakan perempuan-perempuan penerima uang dan barang mewah dari tersangka suap Ahmad Fathanah bisa dijerat dengan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Demikian disampaikan Asep dalam diskusi bertajuk "Uang Dicuri, Uang Dicuci", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2013).

Menurut Asep, nama-nama seperti mahasiswi Maharani Suciyono, artis Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Sesya, Tri Kurnia Puspita, hingga istri resminya, Septi Sanustika, bisa dijerat pasal tersebut kendati berdalih tidak tahu asal-usul uang dan barang mewah yang diberikan oleh Fathanah.

KPK bisa menjeratnya karena asas hukum patut diduga dalam pasal tersebut dan pembuktiannya dilakukan di pengadilan.

"Jadi, wanita-wanita yang kena cantolan itu bisa kena. Ini pembelajaran. Biar masyarakat tahu, apakah itu dititipkan, menyimpan, dan menerima. Meski itu kecil, seharusnya kena Pasal 5. Tidak ada alasan tidak tahu. Jadi, mereka, wanita-wanita itu, berapa pun jumlahnya harus kena. Apalagi AF (Ahmad Fathanah) itu hasil dari suap misalnya," kata Asep.

Pasal 5 UU TPPU berbunyi, “Setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)” dapat dikenakan kepada ‘wanita-wanita pencuci uang’ atau disebut juga sebagai pelaku tindak pidana pencucian uang pasif.

Asep yang kini menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi itu berseloroh, adalah tidak mungkin Fathanah memberikan uang Rp 10 juta kepada mahasiswi Maharani Suciyono tanpa ada tujuan tertentu.

Halaman12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas