• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Perempuan-perempuan Fathanah Bisa Dijerat UU TPPU

Sabtu, 11 Mei 2013 12:38 WIB
Perempuan-perempuan Fathanah Bisa Dijerat UU TPPU
tribunnews/popular/net/tribunnews
Ilustrasi Foto (kiri-kana), artis Ayu Azhari, model Vitalia Shesya, Sefti Sanustika dan Tri Kurnia Puspita, serta mahasiswa Maharany Suciyono, merupakan wanita yang dekat dengan Achmad Fathanah. (tribunnews/popular/net) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan hakim Asep Iwan Iriawan mengatakan perempuan-perempuan penerima uang dan barang mewah dari tersangka suap Ahmad Fathanah bisa dijerat dengan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Demikian disampaikan Asep dalam diskusi bertajuk "Uang Dicuri, Uang Dicuci", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2013).

Menurut Asep, nama-nama seperti mahasiswi Maharani Suciyono, artis Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Sesya, Tri Kurnia Puspita, hingga istri resminya, Septi Sanustika, bisa dijerat pasal tersebut kendati berdalih tidak tahu asal-usul uang dan barang mewah yang diberikan oleh Fathanah.

KPK bisa menjeratnya karena asas hukum patut diduga dalam pasal tersebut dan pembuktiannya dilakukan di pengadilan.

"Jadi, wanita-wanita yang kena cantolan itu bisa kena. Ini pembelajaran. Biar masyarakat tahu, apakah itu dititipkan, menyimpan, dan menerima. Meski itu kecil, seharusnya kena Pasal 5. Tidak ada alasan tidak tahu. Jadi, mereka, wanita-wanita itu, berapa pun jumlahnya harus kena. Apalagi AF (Ahmad Fathanah) itu hasil dari suap misalnya," kata Asep.

Pasal 5 UU TPPU berbunyi, “Setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)” dapat dikenakan kepada ‘wanita-wanita pencuci uang’ atau disebut juga sebagai pelaku tindak pidana pencucian uang pasif.

Asep yang kini menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi itu berseloroh, adalah tidak mungkin Fathanah memberikan uang Rp 10 juta kepada mahasiswi Maharani Suciyono tanpa ada tujuan tertentu.

"Kalau Rp 10 juta itu, plus. Enggak mungkinlah. Apalagi kalau di atas Rp 10 juta, itu pasti isi ulang atau refill. Kalau saya sih asal (mahasiswi) cantik, lulus," seloroh  Asep disambut gelak tawa pembicara lainnya, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, Anggota Komisi III Indra, dan aktivis ICW Tama S Langkun.

Ahmad Fathanah ditangkap KPK di Hotel Le Meridien Jakarta pada 29 Januari 2013, atas sangkaan melakukan suap terkait impor daging sapi Kementerian Pertanian. Dari hotel itu, KPK juga menyita barang bukti uang Rp 990 juta. Dari hotel yang sama, KPK juga mengamankan mahasiswi Maharani beserta uang Rp 10 juta pemberian Fathanah.

KPK juga menangkap Lutfi Hasan Ishaaq selaku Presiden PKS, serta dua direktur PT Indoguna, Arya Abdi Effendy alias Dio dan Juard Effendi.

Seiring pengungkapan kasus ini, KPK menemukan hubungan Fathanah dan aliran dana ke sejumlah perempuan, mulai mahasiswi Maharani Suciyono, artis Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Sesya, dan penyanyi dangdut Tri Kurnia.

Satu per satu mereka muncul dan menyampaikan sejumlah pernyataan ke publik melalui media massa. Terkini, Vitalia Shesya mengakui menerima pemberian berupa berlian, mobil Honda Jazz, jam tangan mewah Chopard, dan sejumlah uang tunai.

Terkini, pengacara Vilatia, Farhat Abbas mengatakan bahwa artis Novia Ardhana juga menerima uang, mobil Honda Jazz, dan perhiasan.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas