Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Diterpa Kasus Luthfi, PKS Tetap Pede Jadi Pemenang Pemilu 2014

Minggu, 12 Mei 2013 18:46 WIB

Diterpa Kasus Luthfi, PKS Tetap Pede Jadi Pemenang Pemilu 2014
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan dengan pembatas pagar Kantor DPP PKS, di Jakarta Selatan, Sabtu (11/5/2013). Dewan Syuro PKS malam ini menggelar rapat internal terkait beberapa isu yang melibatkan PKS, di antaranya penyitaan mobil yang diduga terkait dalam kasus suap kuota impor daging sapi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tetap menargetkan menjadi pemenang pemilu 2014. Meskipun, partai yang dipimpin Anis Matta itu kini sedang tertimpa kasus yang melibatkan mantan presidennya Lutfi Hasan Ishaaq.

"Kemungkinan masih satu besar," kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah didepan Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (12/5/2013).

Fahri mengatakan rapat majelis syuro PKS saat ini sedang membahas ratifikasi strategi pemenangan pemilu 2014 yang disahkan oleh Mukernas PKS di Semarang.

"Majelis syuro akan menyerahkan atau menerima seluruh proposal DPP didalam proyek pemenangan pemilu 2014," tuturnya.

Sementara Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto mengatakan kasus tersebut akan membuyarkan impian tiga besar.

"PKS akan terpuruk di pemilu 2014. Publik yang semakin cerdas akan mampu melihat kaitan kasus ini dengan partai yang sebelumnya dianggap bersih. Partai tersebut tidak bersih lagi," kata Toto.

Mengenai sikap PKS yang reaktif terhadap penyitaan mobil Luthfi, Toto melihat hal itu mencerminkan adanya kekhawatiran bahwa kasus LHI  akan berdampak buruk bagi PKS.

"Kekhawatiran ini muncul karena LHI merupakan pentolan PKS dan amat mungkin kasusnya berkaitan dengan PKS," tukasnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas